Sekali Merengkuh Dayung Dua Tiga Pulau Terlampaui


Teman-teman....

Ada kisah menarik dengan terjunnya kami (karena saya tidak sendirian) ke bidang property.


Waktu masih SMP, saya sempat melihat setoran KPR ayah saya ke BTN, namu saya terperanjat. Lho kok setoran rumahnya murah sekali ya? Mestinya kalau semurah itu setiap orang harusnya beli banyak rumah. Apalagi jika dikontrakkan kok nilainya malah lebih besar dari nilai angsurannya ya? Maklum saat itu masih belum 'ngeh' dengan istilah inflasi.


Waktu SMA, sekitar tahun 1994, ada rumah baru di sekitar rumah kami. DItawarkan kepada PNS hanya dengan cicilan 100 ribu per bulan. Waktu itu gaji ibu yang PNS sebagai guru sebesar 300 ribu per bulan. Gaji Ayah saya juga tidak beda dari angka itu. Saya minta orang tua saya untuk mengambil rumah tersebut tapi orang tua tidak mau. Cicilannya berat menurut orang tau kami, karena harus menyekolahkan 3 anak. padahal belum ada yang duduk di bangku kuliah.


Sekarang..... angsuran 100 ribu per bulan tidak ada artinya lagi, gaji PNS sudah 4x dibandingakan tahun 1994 yang lalu. Salah satunya karena adanya krismon 1997. Tapi tanpa krismon pun nilai property akan selalu naik karena inflasi.


Akhirnya dari kejadian itu, sejak kuliah saya berkeinginan untuk mempunyai rumah yang bisa disewakan/dikontrakkan. Memang setoran cicilan di tahun-tahun awal cukup berat, tapi pasti akan mudah untuk waktu-waktu berikutnya.


Saat ini, property yang diidam-idamkan memang belumlah dapat (untuk disewakan/dikontrakkan), namun di tengah jalan mencari property tersebut justru bertemu dengan orang yang minta dijualkan tanah/rumah dan juga bertemu dengan beberapa orang yang sedang mencari rumah.


Daripada kita mempunyai info yang 'mubazir', akhirnya saya dan teman saya sepakat untuk terjun ke property. Property yang memang belum bisa dibeli atau yang belum sesuai dengan ilmunya DOlf de Roos tersebut kita bantu jualkan saja. Akhirnya lahirlah blog http://riauproperty.blogspot.com/ untuk langkah awal. Disamping juga dibantu dengan iklan di web atau media yang lain.


Untuk menjual property tidaklah mudah, berbeda dengan menjual makanan atau barang kelontong yang membutuhkan tempat kualitas, pelayanan dan bila perlu lokasi yang strategis. Untuk menjual property selain diiklankan secara online, juga kita harus bekerja keras secara off line.


Nah, saat perjuangan offline inilah yang lebih seru. Kami bertemu lebih banyak teman, baik dari penjual yag kebanyakan adalah tuan-tuan tanah atau pembeli yang merupakan developer perumahan atau perseorangan.


Kami yakin, dengan semakin banyak relasi tentu nantinya akan banyak peluang yang akan bisa dikerjakan. Mudah-mudahan Riau Property yang menjadi agen property propinsi Riau (Pekanbaru, Duri, dan Dumai) ini bisa lebih maju.


Jadi, kami belum mendapatkan property untuk dibeli, maka property tersebut masih bisa ditawarkan ke pihak yang lain. Dan yang lebih dahsyat lagi, belum 2 minggu memutuskan terjun ke property ini, ternyata terbukti bahwa kekuatan getok tular sangat dahsyat. Hampir tiap hari ada saja informasi property yang masuk. Mulai dari ada orang yang minta tolong: cari lahan sawit, minta jual rumah, minta jual tanah. Yang agak janggal lagi, walaupun kami ingin fokus di Riau yang meliputi Pekanbaru, Duri, dan Dumai, namun ada juga yang minta dijualkan rumah di Cibubur.......


Mudah-mudahan Business game ini makin FUN dan menghasilkan sesuatu yang FUUUNtastic....


Salam FUNtastic