TENTANG NURANI
Mastermin Duri-Riau Terbentuk
Mastermind Duri-Riau baru saja terbentuk pada hari Selasa, 12 Mei 2009. Mastermind ini dihadiri oleh Saya (Eko Rakhmat), Pak Erman, Pak Hasan, Pak Riri, Pak Yadhi, dan pak Susantana. Mudah-mudahan kedepannya kegiatan mastermind bisa berjalan dengan baik dan bisa memberikan kontribusi positif bagi setiap member.
Sedikit sharing saja, sebenarnya secara informal mastermind Duri sudah terbentuk lebih dari satu tahun.Beberapa member sudah menjalin komunikasi pribadi. Saya sendiri dan Pak Erman (saya panggil Pak Haji) sudah berkomunikasi dan berkomitmen tidak lama setelah saya berada di Duri, atas rekomendasi dari Pak Roni (Founder TDA). Yang terakhir, yang baru saja berjalan adalah saya berkolaborasi dengan Pak Hasan dan satu teman TDA dari Pekanbaru (Pak Amin) membuka kedai bakso di Duri. Dengan Pak Hasan sendiri, saya juga sering sharing dan berkunjung ke Ruko Pak Hasan. Ada beberapa prospek juga yang sedang berjalan bersama pak Hasan.
Dengan member lain, Beberapa kali juga saya kontak dengan Pak Yadhi dan Pak Susantana. Pak Yadhi juga memberikan tips dan solusi publikasi di dalam komunitas tertentu.
Saya baru kenal dan bertemu dengan Pak Riri. Namun, Pak Riri sendiri sudah sejak lama berhubungan dengan Pak Hasan. Dan tentu saja Pak Riri juga kontak dengan Pak Erman karena ayah Pak Riri dan Pak Erman sendiri adalah saudara sepupu.
Semoga dengan adanya kedekatan emosional tersebut bisa semakin mempererat mastermind Duri.
Oh ya. Duri adalah kota kecamatan, bukan kota Kabupaten apalagi kotamadya. Mudah-mudahan teman-teman di kota lain juga mendapat motivasi dengan adanya mastermind kami.
salam FUNtastic dari DURI-RIAU
Eko Rakhmat Yulianto
www.ekorakhmat.blogspot.com
Pidato Steve Job Sang Pendiri Apple & Pixar di Acara Wisuda Stanford University
2. Cerita Kedua Saya: Cinta dan Kehilangan.
Saya beruntung karena tahu apa yang saya sukai sejak masih muda. Woz dan saya mengawali Apple di garasi orang tua saya ketika saya berumur 20 tahun. Kami bekerja keras dan dalam 10 tahun Apple berkembang dari hanya kami berdua menjadi perusahaan 2 milyar dolar dengan 4000 karyawan. Kami baru meluncurkan produk terbaik kami -Macintosh- satu tahun sebelumnya, dan saya baru menginjak usia 30. Dan saya dipecat.
Bagaimana mungkin Anda dipecat oleh perusahaan yang Anda dirikan? Yah, itulah yang terjadi. Seiring pertumbuhan Apple, kami merekrut orang yang saya pikir sangat berkompeten untuk menjalankan perusahaan bersama saya. Dalam satu tahun pertama, semua berjalan lancar. Namun, kemudian muncul perbedaan dalam visi kami mengenai masa depandan kami sulit disatukan. Komisaris ternyata berpihak padanya. Demikianlah, di usia 30 saya tertendang. Beritanya ada di mana-mana. Apa yang menjadi fokus sepanjang masa dewasa saya, tiba-tiba sirna. Sungguh menyakitkan.
Dalam beberapa bulan kemudian, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Saya merasa telah mengecewakan banyak wirausahawan generasi sebelumnya. saya gagal mengambil kesempatan. Saya bertemu dengan David Packard dan Bob Noyce dan meminta maaf atas keterpurukan saya. Saya menjadi tokoh publik yang gagal, dan bahkan berpikir untuk lari dari Silicon Valley.
Namun, sedikit demi sedikit semangat timbul kembali- saya masih menyukai pekerjaan saya. Apa yang terjadi di Apple sedikit pun tidak mengubah saya. Saya telah ditolak, namun saya tetap cinta. Maka, saya putuskan untuk mulai lagi dari awal. Waktu itu saya tidak melihatnya, namun belakangan baru saya sadari bahwa dipecat dari Apple adalah kejadian terbaik yang menimpa saya. Beban berat sebagai orang sukses tergantikan oleh keleluasaan sebagai pemula, segala sesuatunya lebih tidak jelas. Hal itu mengantarkan saya pada periode paling kreatif dalam hidup saya.
Dalam lima tahun berikutnya, saya mendirikan perusahaan bernama NeXT, lalu Pixar, dan jatuh cinta dengan wanita istimewa yang kemudian menjadi istri saya. Pixar bertumbuh menjadi perusahaan yang menciptakan film animasi komputer pertama, Toy Story, dan sekarang merupakan studio animasi paling sukses di dunia. Melalui rangkaian peristiwa yang menakjubkan, Apple membeli NeXT, dan saya kembali lagi ke Apple, dan teknologi yang kami kembangkan di NeXT menjadi jantung bagi kebangkitan kembali Apple.
Dan, Laurene dan saya memiliki keluarga yang luar biasa. Saya yakin takdir di atas tidak terjadi bila saya tidak dipecat dari Apple. Obatnya memang pahit, namun sebagai pasien saya memerlukannya. Kadangkala kehidupan menimpakan batu ke kepala Anda. Jangan kehilangan kepercayaan. Saya yakin bahwa satu-satunya yang membuat saya terus berusaha adalah karena saya menyukai apa yang saya lakukan. Anda harus menemukan apa yang Anda sukai. Itu berlaku baik untuk pekerjaan maupun pasangan hidup Anda.
Pekerjaan Anda akan menghabiskan sebagian besar hidupxAnda, dan kepuasan sejati hanya dapat diraih dengan mengerjakan sesuatu yang hebat. Dan Anda hanya bisa hebat bila mengerjakan apayang Anda sukai. Bila Anda belum menemukannya, teruslah mencari. Jangan menyerah. Hati Anda akan mengatakan bila Anda telah menemukannya. Sebagaimana halnya dengan hubungan hebat lainnya, semakin lama-semakin mesra Anda dengannya.
Jadi, teruslah mencari sampai ketemu. Jangan berhenti.
3. Cerita Ketiga Saya: Kematian
Ketika saya berumur 17, saya membaca ungkapan yang kurang lebih berbunyi: "Bila kamu menjalani hidup seolah-olah hari itu adalah hari terakhirmu, maka suatu hari kamu akan benar."
Ungkapan itu membekas dalam diri saya, dan semenjak saat itu, selama 33 tahun terakhir, saya selalu melihat ke cermin setiap pagi dan bertanya kepada diri sendiri: "Bila ini adalah hari terakhir saya, apakah saya tetap melakukan apa yang akan saya lakukan hari ini?" Bila jawabannya selalu "tidak" dalam beberapa hari berturut-turut, saya tahu saya harus berubah.
Mengingat bahwa saya akan segera mati adalah kiat penting yang saya temukan untuk membantu membuat keputusan besar. Karena hampir segala sesuatu-semua harapan eksternal, kebanggaan, takut malu atau gagal-tidak lagi bermanfaat saat menghadapi kematian. Hanya yang hakiki yang tetap ada.Mengingat kematian adalah cara terbaik yang saya tahu untukmenghindari jebakan berpikir bahwa Anda akan kehilangan sesuatu. Anda tidak memiliki apa-apa. Sama sekali tidak ada alasan untuk tidak mengikuti kata hati Anda.
Sekitar setahun yang lalu saya didiagnosis mengidap kanker. Saya menjalani scan pukul 7:30 pagi dan hasilnya jelas menunjukkan saya memiliki tumor pankreas. Saya bahkan tidak tahu apa itu pankreas. Para dokter mengatakan kepada saya bahwa hampir pasti jenisnya adalah yang tidak dapat diobati. Harapan hidup saya tidak lebih dari 3-6 bulan. Dokter menyarankan saya pulang ke rumah dan membereskan segala sesuatunya, yang merupakan sinyal dokter agar saya bersiap mati.
Artinya, Anda harus menyampaikan kepada anak Anda dalam beberapa menit segala hal yang Anda rencanakan dalam sepuluh tahun mendatang. Artinya, memastikan bahwa segalanya diatur agar mudah bagi keluarga Anda. Artinya, Anda harus mengucapkan selamat tinggal.
Sepanjang hari itu saya menjalani hidup berdasarkan diagnosis tersebut. Malam harinya, mereka memasukkan endoskopi ke tenggorokan, lalu keperut dan lambung, memasukkan jarum ke pankreas saya dan mengambil beberapa sel tumor. Saya dibius, namun istri saya, yang ada di sana , mengatakan bahwa ketika melihat selnya di bawah mikroskop, para dokter menangis mengetahui bahwa jenisnya adalah kanker pankreas yang sangat jarang, namun bisa diatasi dengan operasi. Saya dioperasi dan sehat sampai sekarang.
Itu adalah rekor terdekatsaya dengan kematian dan berharap terus begitu hingga beberapa dekade lagi. Setelah melalui pengalaman tersebut, sekarang saya bisa katakan dengan yakin kepada Anda bahwa menurut konsep pikiran, kematian adalah hal yang berguna: Tidak ada orang yang ingin mati. Bahkan orang yang ingin masuk surgapun tidak ingin mati dulu untuk mencapainya. Namun, kematian pasti menghampiri kita. Tidak ada yang bisa mengelak. Dan, memang harus demikian, karena kematian adalah buah terbaik dari kehidupan. Kematian membuat hidup berputar. Dengannya maka yang tua menyingkir untuk digantikan yang muda.
Maaf bila terlalu dramatis menyampaikannya, namun memang begitu. Waktu Anda terbatas, jadi jangan sia-siakan dengan menjalani hidup orang lain. Jangan terperangkap dengan dogma-yaitu hidup bersandar pada hasil pemikiran orang lain. Jangan biarkan omongan orang menulikan Anda sehingga tidak mendengarkata hati Anda. Dan yang terpenting, miliki keberanian untuk mengikuti kata hati dan intuisi Anda, maka Anda pun akan sampai pada apa yang Anda inginkan. Semua hal lainnya hanya nomor dua.
Ketika saya masih muda, ada satu penerbitan hebat yang bernama "The Whole Earth Catalog", yang menjadi salah satu buku pintar generasi saya. Buku itu diciptakan oleh seorang bernama Stewart Brand yang tinggal tidak jauh dari sini di Menlo Park, dan dia membuatnya sedemikian menarik dengan sentuhan puitisnya. Waktu itu akhir 1960-an, sebelum era komputer dan desktop publishing, jadi semuanya dibuat dengan mesin tik, gunting, dan kamera polaroid. Mungkin seperti Google dalam bentuk kertas, 35 tahun sebelum kelahiran Google: isinya padat dengan tips-tips ideal dan ungkapan-ungkapan hebat.
Stewart dan timnya sempat menerbitkan beberapa edisi "The Whole EarthCatalog", dan ketika mencapai titik ajalnya, mereka membuat edisi terakhir.Saat itu pertengahan 1970-an dan saya masih seusia Anda. Di sampul belakang edisi terakhir itu ada satu foto jalan pedesaan dipagi hari, jenis yang mungkin Anda lalui jika suka bertualang. Di bawahnya ada kata-kata: "Stay Hungry. Stay Foolish." (Jangan PernahPuas. Selalu Merasa Bodoh).
Itulah pesan perpisahan yang dibubuhi tanda tangan mereka. Stay Hungry. Stay Foolish. Saya selalu mengharapkan diri saya begitu. Dan sekarang, karena Anda akan lulus untuk memulai kehidupan baru, saya harapkan Anda juga begitu. Stay Hungry. Stay Foolish.
(Diterjemahkan oleh Dewi Sri Takarini, alumni sebuah perguruan tinggidi Australia)
BONUS :When you take a risk and step out of the norm, you run the risk andsometimes you fail. But you only fail if you give up.(J Peterman)
artikel diambil dari forward di milist kampung-ugm
Tips Memilih Partner untuk Usaha Bersama atau Investasi
Prinsipnya cari partner yang bener ya seperti ungkapan yang sering kita denger: Cari yang pinter -pinter usaha tentunya- dan Jujur/ Amanah dalam memegang uang. Gampang-gampang susah kan?
Beberapa orang -tidak semua- saat seseorang baru lulus dari sekolah kemudian bisa menabung, maka ia akan berfikir bagaimana untuk mengembangkan uang yang ada dengan usaha. Maka yang paling gampang adalah dicarinya teman-temannya yang sedang mempunyai bisnis. Nah, celakanya, karena sama-sama baru lulus (atau malah teman yang punya bisnis tersebut belum lulus), maka usaha milik teman tersebut juga masih baru, dengan kata lain masih belajar dalam membuka usaha juga.
Orang yang awal usaha, biasanya yang dilihat dengan rinci adalah peluangnya saja. Ingat SWOT kan? yang dilihat secara detail cuma S dan O nya saja. Dia akan bilang nanti dengan usaha ini dengan penjualan sekian akan dapat untung sekian. Titik
Kalau yang usahanya lebih matang, dia akan bicara mengenai Sistem: bagaimana mengelola asset / resorces, logistik, termasuk bagaaimana caranya mendapatkan pelanggan. Dari mulai mendatangkan calon pelanggan (lead) sampai mengubah menjadi transaksi. Pokoke okeh. Makin detail makin bagus....
Nah, tips yang aman, kalau mau jadi investor, ya cari usaha yang sudah berjalan namun tersendat karena permasalahan modal. Jadi mereka tidak terkendala masalah sistem. Mung bensine wae sing kurang. Kudune nganggo pertamax plus, tapi mung nganggo premium. Mesakke to? Tapi tetep inget ya, tetap harus yang amanah.
Kalau mau cari partner buat usaha dari awal (ini masalah amanah), bagusnya orang yang bener2 kita kenal baik, dan kita tahu dia amanah atau tidak. Sebagaimana Umar bin Khattab ketika mendapatkan rekomendasi untuk mengangkat salah seorang pejabatnya, maka Umar ra bertanya: apakah pernah tidur bersama? apakah pernah melakukan perjalanan jauh bersama? Intinya, bagaimana bisa menemukan orang yang tetep amanah di saat kondisi susah. Saat tidur dan dalam perjalanan jauh maka orang akan keluar watak aslinya.
Dalam mencari beberapa partner yang baru, aku lebih suka langsung main ke rumahnya, atau setidaknya ketemu dengan keluarganya. Bahkan untuk salah satu partner di Pekanbaru aku sampai tidur di rumahnya. Jika seseorang baik dalam keluarganya, maka ia akan baik juga dengan orang lain. Partner ini sebelumnya ketemu di milist usaha.
Patner yang satu lagi, untuk usaha yang masih dalam proses -belum berjalan- malah cuma ketemu di Toko Gramedia. Pas di Gramedia, aku sapa dia karena baca buku yang sama dengan bukuku. Ngobrol sebentar, kemudian tukar-tukar no HP. Keesokan harinya aku telpo dia -biar gak lupa-. Berikutnya aku masih sering kontak-kontak dia. Nah, pas aku nemanin istri dinas luar kota di Pekanbaru, dia malah nyamperin aku. Ngajak jalan-jalan, diajak makan, tentu saja sambil cerita usaha-usaha dia. Beberapa minggu kemudian, aku dan keluarga coba mampir ke tempat usah dia, di sana ketemu keluarga dia. Kesimpulannya, dia orang yang professional dan amanah. Dan yang lebih penting lagi, dia tidak greedy/rakus dengan uang. Sama seperti prinsipku.
Oh ya jadi ingat, buat menemukan partner, jangan lupa: VISINYA harus SAMA. ini juga penting, karena akan mempengaruhi keputusan yang akan diambil, supaya nantinya tidak ada konflik. Masalah hobi, karakter, sifat boleh berbeda, malah dianjurkan karena akan mempunyai perspektif yang berbeda.
Yang terakhir, biarpun kita usaha dengan kawan baik, jangan lupa untuk tetap menuliskan perjanjian secara legal. Bila perlu di depan notaris. Kira-kira akan membutuhkan biaya 200 ribu. ini lebih aman. Bukankan Al Quran juga menyuruh demikian (maaf suratnya lupa).
Sebagai penutup, ini berdasarkan pengalamanku, jadi tentunya yang ku tulis ya sebatas yang aku tahu saja. Sangat mungkin ada tips-tips lain yang belum aku tulis karena keterbatasaan pengetahuanku.
Mudah-mudahan Anda bisa mendapatkan partner yang baik dalam usaha Anda.
Dari Friendster ke Facebook
- Posisi beberapa aplikasi bisa diubah-ubah terserah kita, walaupun lay out frame-nya gak bisa diubah, ini sudah lumayan.
- Kita bisa add friend dengan mudah, bisa klik dari teman kita, tanpa melihat profil teman terlebih dahulu, dan tanpa kita harus tahu alamat email teman kita atau pertanyaan yang lain. Asal kita request (add fiend) dan teman kita approve (setuju), selesai deh. Simple dan cepet.
- Kita bisa chat dengan teman kita yang sedang online. Program ini sudah built ini di facebook. Kita juga bisa tahu siapa teman kita yang sedang online (silahkan tambah aplikasinya)
- Kita bisa buat link web atau blog kita di profile. Kalau friendster gak bisa kan?
- Nah, yang aku suka adalah, kita bisa tambah RSS blog kita, atau juga blog yang lain ke halaman profile facebook kita. jadi dengan membuka facebook kita, teman kita bisa tahu update blog kita.
- Ada berbagai macam aplikasi open source atau dari pihak ke tiga yang bisa diinstall di halaman facebook kita.
- Kita bisa lebih mudah mengetahui karakter dan sosial kawan kita dari kawan, group, dan aplikasi yang mereka install.
- Apalagi ya? silahkan saja dicoba sendiri. SIgn up saja ke www.facebook.com.




