Perum Mataram Bumi Sejahtera (MBS) Kav.31, Condong Catur, Depok, Sleman 55283
HP: 0822-2013-0640
email: assetku@gmail.com
Catatan kecil seorang insan kecil. Semoga berguna bagi sesama. Bisa Jadi suatu hal kecil di mata kita bermakna besar bagi orang lain. Dan Bisa jadi suatu hal yang besar dimata kita namun tidak bermakna bagi orang lain. Mulailah dengan mengerjakan apa yang perlu; lalu kerjakanlah apa yang mungkin; maka tiba-tiba Anda mengerjakan yang mustahil
2. Cerita Kedua Saya: Cinta dan Kehilangan.
Saya beruntung karena tahu apa yang saya sukai sejak masih muda. Woz dan saya mengawali Apple di garasi orang tua saya ketika saya berumur 20 tahun. Kami bekerja keras dan dalam 10 tahun Apple berkembang dari hanya kami berdua menjadi perusahaan 2 milyar dolar dengan 4000 karyawan. Kami baru meluncurkan produk terbaik kami -Macintosh- satu tahun sebelumnya, dan saya baru menginjak usia 30. Dan saya dipecat.
Bagaimana mungkin Anda dipecat oleh perusahaan yang Anda dirikan? Yah, itulah yang terjadi. Seiring pertumbuhan Apple, kami merekrut orang yang saya pikir sangat berkompeten untuk menjalankan perusahaan bersama saya. Dalam satu tahun pertama, semua berjalan lancar. Namun, kemudian muncul perbedaan dalam visi kami mengenai masa depandan kami sulit disatukan. Komisaris ternyata berpihak padanya. Demikianlah, di usia 30 saya tertendang. Beritanya ada di mana-mana. Apa yang menjadi fokus sepanjang masa dewasa saya, tiba-tiba sirna. Sungguh menyakitkan.
Dalam beberapa bulan kemudian, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Saya merasa telah mengecewakan banyak wirausahawan generasi sebelumnya. saya gagal mengambil kesempatan. Saya bertemu dengan David Packard dan Bob Noyce dan meminta maaf atas keterpurukan saya. Saya menjadi tokoh publik yang gagal, dan bahkan berpikir untuk lari dari Silicon Valley.
Namun, sedikit demi sedikit semangat timbul kembali- saya masih menyukai pekerjaan saya. Apa yang terjadi di Apple sedikit pun tidak mengubah saya. Saya telah ditolak, namun saya tetap cinta. Maka, saya putuskan untuk mulai lagi dari awal. Waktu itu saya tidak melihatnya, namun belakangan baru saya sadari bahwa dipecat dari Apple adalah kejadian terbaik yang menimpa saya. Beban berat sebagai orang sukses tergantikan oleh keleluasaan sebagai pemula, segala sesuatunya lebih tidak jelas. Hal itu mengantarkan saya pada periode paling kreatif dalam hidup saya.
Dalam lima tahun berikutnya, saya mendirikan perusahaan bernama NeXT, lalu Pixar, dan jatuh cinta dengan wanita istimewa yang kemudian menjadi istri saya. Pixar bertumbuh menjadi perusahaan yang menciptakan film animasi komputer pertama, Toy Story, dan sekarang merupakan studio animasi paling sukses di dunia. Melalui rangkaian peristiwa yang menakjubkan, Apple membeli NeXT, dan saya kembali lagi ke Apple, dan teknologi yang kami kembangkan di NeXT menjadi jantung bagi kebangkitan kembali Apple.
Dan, Laurene dan saya memiliki keluarga yang luar biasa. Saya yakin takdir di atas tidak terjadi bila saya tidak dipecat dari Apple. Obatnya memang pahit, namun sebagai pasien saya memerlukannya. Kadangkala kehidupan menimpakan batu ke kepala Anda. Jangan kehilangan kepercayaan. Saya yakin bahwa satu-satunya yang membuat saya terus berusaha adalah karena saya menyukai apa yang saya lakukan. Anda harus menemukan apa yang Anda sukai. Itu berlaku baik untuk pekerjaan maupun pasangan hidup Anda.
Pekerjaan Anda akan menghabiskan sebagian besar hidupxAnda, dan kepuasan sejati hanya dapat diraih dengan mengerjakan sesuatu yang hebat. Dan Anda hanya bisa hebat bila mengerjakan apayang Anda sukai. Bila Anda belum menemukannya, teruslah mencari. Jangan menyerah. Hati Anda akan mengatakan bila Anda telah menemukannya. Sebagaimana halnya dengan hubungan hebat lainnya, semakin lama-semakin mesra Anda dengannya.
Jadi, teruslah mencari sampai ketemu. Jangan berhenti.
3. Cerita Ketiga Saya: Kematian
Ketika saya berumur 17, saya membaca ungkapan yang kurang lebih berbunyi: "Bila kamu menjalani hidup seolah-olah hari itu adalah hari terakhirmu, maka suatu hari kamu akan benar."
Ungkapan itu membekas dalam diri saya, dan semenjak saat itu, selama 33 tahun terakhir, saya selalu melihat ke cermin setiap pagi dan bertanya kepada diri sendiri: "Bila ini adalah hari terakhir saya, apakah saya tetap melakukan apa yang akan saya lakukan hari ini?" Bila jawabannya selalu "tidak" dalam beberapa hari berturut-turut, saya tahu saya harus berubah.
Mengingat bahwa saya akan segera mati adalah kiat penting yang saya temukan untuk membantu membuat keputusan besar. Karena hampir segala sesuatu-semua harapan eksternal, kebanggaan, takut malu atau gagal-tidak lagi bermanfaat saat menghadapi kematian. Hanya yang hakiki yang tetap ada.Mengingat kematian adalah cara terbaik yang saya tahu untukmenghindari jebakan berpikir bahwa Anda akan kehilangan sesuatu. Anda tidak memiliki apa-apa. Sama sekali tidak ada alasan untuk tidak mengikuti kata hati Anda.
Sekitar setahun yang lalu saya didiagnosis mengidap kanker. Saya menjalani scan pukul 7:30 pagi dan hasilnya jelas menunjukkan saya memiliki tumor pankreas. Saya bahkan tidak tahu apa itu pankreas. Para dokter mengatakan kepada saya bahwa hampir pasti jenisnya adalah yang tidak dapat diobati. Harapan hidup saya tidak lebih dari 3-6 bulan. Dokter menyarankan saya pulang ke rumah dan membereskan segala sesuatunya, yang merupakan sinyal dokter agar saya bersiap mati.
Artinya, Anda harus menyampaikan kepada anak Anda dalam beberapa menit segala hal yang Anda rencanakan dalam sepuluh tahun mendatang. Artinya, memastikan bahwa segalanya diatur agar mudah bagi keluarga Anda. Artinya, Anda harus mengucapkan selamat tinggal.
Sepanjang hari itu saya menjalani hidup berdasarkan diagnosis tersebut. Malam harinya, mereka memasukkan endoskopi ke tenggorokan, lalu keperut dan lambung, memasukkan jarum ke pankreas saya dan mengambil beberapa sel tumor. Saya dibius, namun istri saya, yang ada di sana , mengatakan bahwa ketika melihat selnya di bawah mikroskop, para dokter menangis mengetahui bahwa jenisnya adalah kanker pankreas yang sangat jarang, namun bisa diatasi dengan operasi. Saya dioperasi dan sehat sampai sekarang.
Itu adalah rekor terdekatsaya dengan kematian dan berharap terus begitu hingga beberapa dekade lagi. Setelah melalui pengalaman tersebut, sekarang saya bisa katakan dengan yakin kepada Anda bahwa menurut konsep pikiran, kematian adalah hal yang berguna: Tidak ada orang yang ingin mati. Bahkan orang yang ingin masuk surgapun tidak ingin mati dulu untuk mencapainya. Namun, kematian pasti menghampiri kita. Tidak ada yang bisa mengelak. Dan, memang harus demikian, karena kematian adalah buah terbaik dari kehidupan. Kematian membuat hidup berputar. Dengannya maka yang tua menyingkir untuk digantikan yang muda.
Maaf bila terlalu dramatis menyampaikannya, namun memang begitu. Waktu Anda terbatas, jadi jangan sia-siakan dengan menjalani hidup orang lain. Jangan terperangkap dengan dogma-yaitu hidup bersandar pada hasil pemikiran orang lain. Jangan biarkan omongan orang menulikan Anda sehingga tidak mendengarkata hati Anda. Dan yang terpenting, miliki keberanian untuk mengikuti kata hati dan intuisi Anda, maka Anda pun akan sampai pada apa yang Anda inginkan. Semua hal lainnya hanya nomor dua.
Ketika saya masih muda, ada satu penerbitan hebat yang bernama "The Whole Earth Catalog", yang menjadi salah satu buku pintar generasi saya. Buku itu diciptakan oleh seorang bernama Stewart Brand yang tinggal tidak jauh dari sini di Menlo Park, dan dia membuatnya sedemikian menarik dengan sentuhan puitisnya. Waktu itu akhir 1960-an, sebelum era komputer dan desktop publishing, jadi semuanya dibuat dengan mesin tik, gunting, dan kamera polaroid. Mungkin seperti Google dalam bentuk kertas, 35 tahun sebelum kelahiran Google: isinya padat dengan tips-tips ideal dan ungkapan-ungkapan hebat.
Stewart dan timnya sempat menerbitkan beberapa edisi "The Whole EarthCatalog", dan ketika mencapai titik ajalnya, mereka membuat edisi terakhir.Saat itu pertengahan 1970-an dan saya masih seusia Anda. Di sampul belakang edisi terakhir itu ada satu foto jalan pedesaan dipagi hari, jenis yang mungkin Anda lalui jika suka bertualang. Di bawahnya ada kata-kata: "Stay Hungry. Stay Foolish." (Jangan PernahPuas. Selalu Merasa Bodoh).
Itulah pesan perpisahan yang dibubuhi tanda tangan mereka. Stay Hungry. Stay Foolish. Saya selalu mengharapkan diri saya begitu. Dan sekarang, karena Anda akan lulus untuk memulai kehidupan baru, saya harapkan Anda juga begitu. Stay Hungry. Stay Foolish.
(Diterjemahkan oleh Dewi Sri Takarini, alumni sebuah perguruan tinggidi Australia)
BONUS :When you take a risk and step out of the norm, you run the risk andsometimes you fail. But you only fail if you give up.(J Peterman)
artikel diambil dari forward di milist kampung-ugm
Apa lagi ya? itu dulu deh, yang lain nyusul. Insya Allah. Silahkan ditambahi kalau teman-teman punya saran.
kalau pengen alamat web gratis nama.co.cc , bisa juga buat forward website atau blog, silahkan klik DI SINI. Kalau belum dapat yang gratis, silahkan cari alternatif nama lain. Lumayan, bisa buat alamat email dari gmail yang domainnya nama Anda.
www.ekorakhmat.co.cc forward from www.ekorakhmat.blogspot.om
Dulu, sewaktu kuliah (dan belum bekerja tentunya) saya kaget ketika harus mengganti satu buah baut sepeda motor berharga dua ribu rupiah. Kenapa? Karena biasanya saya membeli baut untuk sepeda paling-paling seharga seratus atau dua ratus rupiah. Ternyata kemudian juga saya ketahui banyak barang lain yang harganya juga berbeda jauh walaupun fungsinya sama. Belum lagi kalau misalnya baut tersebut untuk mobil. Harganya bisa melambung jauh lagi.
Kenapa harganya bisa berbeda? Yang jelas, tentunya kelas atau kualitasnya juga berbeda. Untuk mobil tentunya yang paling bagus, karena membutuhkan kualitas yang lebih tinggi untuk bisa menjalankan fungsi yang lebih berat. Berikutnya sepeda motor, baru untuk sepeda yang terendah.
Ini juga terjadi dalam hidup kita, atau contoh yang paling mudah pekerjaan. Sama-sama bekerja sebagai sekretaris,kalau berada di perusahaan yang berbeda akan mempunyai tuntutan kualitas yang berbeda yang tentu pada akhirnya juga berbeda gajinya. Bahkan, di perusahaan yang sama, sekretaris untuk pres Direktur tentunya akan mempunyai gaji yang paling tinggi dibandingkan dengan sekretaris2 yang lain. Demikian juga pekerjaan yang lain.
Nah pertanyaannya adalah: Anda ingin menjadi 'baut' yang seperti apa? Untuk sepeda, sepeda motor, atau bahkan untuk pesawat ruang angkasa? Semakin berkualitas maka 'harga' Anda akan semakin mahal.
Menabur Pikiran, menuai Tindakan; Menabur tindakan, menuai Kebiasaan; Menabur Kebiasaan, menuai Karakter; Menabur Karakter, menuai Nasib. Samuel Smiles
Dulu sewaktu mahasiswa saya pernah membaca buku karangan Stephen R Covey ini, namun terus terang susaha sekali memahaminya. Lebih mudah memahaminya setelah melihat VCD punya teman. Tapi waktu ikut trainingnya, jadi lebih paham lagi. Apalagi saat ini saya senang sekali belajar enterpreunership, managerial, dan pengembangan diri. Jadi, tentu saja mempunyai perspektif yang lebih luas jika dibandingkan dengan perspektif dulu ketika mahasiswa.
Inti dari buku ini cukup sederhana dan mudah dipahami yaitu kita akan berubah dari ketergantungan menuju Kemandirian (Kemenangan Individu dalam istilah Covey) dengan memperbaiki diri kita sebagai seorang individu, yaitu penguasaan diri dan disiplin diri. Namun, supaya menjadi individu yang kompeten (efektif) pada akhirnya kita harus bisa berkolaborasi dengan orang lain sehingga memunculkan adanya salingketergantungan dengan melakukan hubungan yang lebih mendalam dan jangka panjang, yang dalam tahap ini Covey memberikan istilah "Kemenangan Publik". Ya, kita tidak bisa hidup di dunia ini sendiri. Kita perlu berkolaborasi dengan orang lain. Dan kebiasaan kita ditutup dengan "Asahlah Gergaji" yang intinya "Continous improvement".
PRINSIP EFEKTIVITAS adalah hal utama yang harus dipegang dalam menjalankan The 7 Habits ini. Efektivitas adalah mendapatkan hasil yang baik hari ini (produksi) dengan cara yang memungkinkan kita untuk mendapatkan hasil yang terus-menerus (berkesinambungan). Nantinya, dalam menentukan apakah suatu tindakan/sikap akan efektif atau tidak akan didasarkan pada prinsip ini.

1. Menjadi Proaktif
Kebiasaan yang pertama diawali dari mindset atau pola pikir kita. Kita harus sadar sepenuhnya bahwa kita bertanggung jawab atas apa yang kita lakukan. Orang yang efektif berprinsip bahwa hidup adalah pilihan, sehingga sadar bahwa keadaan saat ini adalah hasil dari pilihan-pilihan sendiri di masa lalu. Orang yang proaktif bersikap didasari pada prinsipnya (yaitu bebas memilih dan bertanggung jawab atas pilihan yang diambil), sedang orang yang reaktif berbuat sebagai hasil dari reaksi apa yang terjadi di luar dirinya.
Orang proaktif sadar bahwa dirinya adalah programmer untuk dirinya. Dia sendiri yang mengatur dirinya, bukan situasi diluar yang mengatur tindakannya.
Ada perbedaan yang mendasar antara orang proaktif dan reaktif (walaupun dua-duanya sama-sama aktif), yaitu bahwa setelah terjadi stimulus, orang reaktif akan berhenti sejenak untuk berfikir sebelum melakukan respon yang layak. Sedangkan orang yang reaktif akan langsung memberikan respon seketika setelah ada stimulus, tanpa adanya jeda untuk memilih atau berfikir.
"Tolong beritahu saya, jalan mana yang harus saya ambil?" Kata Alice"
Hal itu tergantung kemana kamu kan pergi" Kata Kucing"
Saya tidak peduli akan ke mana saya....". Kata Alice"
Kalau begitu, tidak ada bedanya jalan manapun yang kamu ambil" kata Kucing
dari Petualangan Alice di Negeri Ajaib
Tujuan akhir, VISI, adalah sesuatu yang mendorong seseorang berbuat. Jika seseorang mempunyai cita-cita yang tinggi tentunya ia akan bekerja lebih keras dan tekun daripada orang yang mempunyai cita2 yang lebih rendah.
Orang yang efektif akan mempunyai cita-cita yang tinggi, dan cita-cita tersebut dijadikan pedoman dalam mengambil keputusan dan menjalani hidupnya. Orang yang tidak efektif akan menjalani hidup tanpa tujuan, menjalani hidup apa adanya, mengikuti kemana arus akan membawanya.
Sebagai seorang insan, kita hidup dengan banyak peran. Sebagai individu yang bertanggung jawab kepada dairi sendiri, sebagai Ayah/Ibu, kepala keluarga, professional, atau pengusaha. Masing-masing peran tersebut menuntut kompetensi yang berbeda-beda, tentu saja akan mempunyai tujuan yang berbeda pula. Lalu, apa tujuan/keinginan kita untuk masing-masing peran tersebut? Apa yang ingin anak Anda katakan kepada Anda sebagai orang tua saat ulang tahun Anda yang terakhir? Anda yang tahu jawabannya.
Orang yang efektif akan berusaha mengurangi pekerjaan yang urgent (penting & mendesak) dengan mengerjakan hal-hal yang penting namun tidak mendesak. Jadi, silahkan buat rencana mingguan Anda.
Sikap berikutnya adalah bagaimana kita bisa menjadi pribadi yang efektif dalam berhubungan dan berkomunikasi dengan orang lain:
5. Berusaha Memahami Dulu Baru Minta Dipahami
Dalam berhubungan dengan orang lain, pasti kita berkomunikasi dengannya. Nah, supaya komunikasi kita menjadi lebih efektif biasakanlah berkomunikasi dengan empati, kelihatannya akan memakan waktu yang lama, namun sebetulnya akan lebih efektif daripada kita berkomunikasi dengan cara lain, adu argumen misalnya.
Paradigma orang yang efektif adalah bahwa ia mendengarkan untuk memahami, sedangkan orang yang tidak efektif mendengarkan untuk menjawab.
baru aja nulis panjang lebar tentang pendidikan anak...
ternyata terhapus karena salah 'klik'...
berarti badabku dah minta istirahat.
Tidur dulu ah...........
Berapa berat segelas air?
Itulah pertanyaan Stephen R Covey di dalam salah satu seminarnya. Tentunya kita akan menjawab 200 gram ditambah berat gelas….
Jawaban tersebut benar, namun masih kurang tepat. Bahwa beratsegelas air adalah tergantung berapa lama kita memegangnya. Jika kita memegang gelas tersebut sebentar, tentu akan ringan. Coba kita pegang segelas air dalam waktu yang lama. Katakanlah 15 menit saja, makin lama makin berat juga bukan?
Itulah perumpamaan hubungan antara stress (ketegangan) dan masalah / tugas kita sehari-hari. Kita seringkali menganggap masalah kecil tidak berarti sehingga kita mengabaikannya, namun karena lama kita abaikan, maka akhirnya masalah tersebut menjadi beban yang makin berat di kepala kita…..
Efek berikutnya, karena kita sudah tertekan (stress) dengan masalah-masalah kecil, tentunya kita akan kesulitan menyelesaikan masalah-masalah lain yang lebih besar. Dengan kata lain kompetensi yang dimiliki menurun.
Jadi, jangan remehkan masalah-masalah kecil. Segera selesaikan selagi bias. Jangan sampai masalah kecil menjadi besar, dalam pepatah jawa dikatakan “kriwikan dadi grojogan” cucuran air kecil menjadi airterjun.
Stress juga berhubungan dengan urgensi. Suatu hal dianggap sepele jika jeda waktu yangtersedia masih panjang, namun akan menjadi genting jika tenggat wakt yang tersedia sudah terbatas.
Alhamdulillah….
Setelah sekin lama saya mencari teman karib yang satu ini akhirnya ketemu juga. Tidak tanggung-tanggung, perlu waktu sekitar satu tahun untuk mencarinya. Pada akhirnya bertemu juga lewat 'kabar angin' seorang kawan yang juga dapat dari kawannya. (bingung gak nih?).
Pertemuan itu terjadi di akhir April 2008 ketika saya mengambil cuti ke Jogjakarta.
Sebelumnya, karena saya sangat ingin mengetahui kabarnya, namanya sampai cari di Google, namun tidak ketemu juga. Kalau teman2 saya yang aktif di dunia online sangat mudah saya temukan di internet, baik via google maupun friendster -Mudah-mudahan pembaca tidak merasa aneh dengan ide ini: mencari kawan via google-. Saya tanya beberapa teman satu angkatannya juga tidak tahu.
Sebut saja namanya Abdullah, bukan nama asli. Pada mulanya, dia bukanlah teman akrab saya, namun teman kost teman akrab saya. Waktu dulu kuliah di Jogja, saya mempunyai teman akrab waktu kuliah di Sipil -alhamdulillah sampai sekarang juga sering kontak- dan Abdullah ini adalah teman kost sahabat saya tersebut. Namun karena banyak mindset yang cocok dalam setiap obrolan dan diskusi, jadinya saya malah lebih akrab dengannya. Jika ngobrol bisa sampai malam. Jam 2 -3 pagi baru selesai.
Waktu itu sama-sama ingin improve diri, meningkatkan soft skills. Kebetulan saat itu saya tinggal dengan paman saya yang senang sekali membeli buku motivasi terjemahan, seperti buku-nya Dale Carnegie dengan buku "bagaimana mencari kawan dan mempengaruhi orang lain" dan buku David J Schwartz "Berfikir dan Berjiwa Besar".
Alhamdulillah saat ini dia sudah terbilang sukses. Dia ternyata sudah bermain property cukup lama dengan menjadi developer di Jogja. Hebatnya lagi, dia bermain property dari nol karena basic dia bukanlah orang sipil atau arsitek, melainkan teknik kimia. Dia hanya mengikuti panduan Robert T Kiyoshaki, bahwa salah satu kendaraan untuk menjadi kaya adalah property. Pengetahuan teknis belajar langsung dengan melihat dan mengawasi pembangunan rumah dan dituliskannya secara detail dalam buku hariannya -Suatu nilai positif dari menulis-.
Setelah empat tahun bermain dalam property di Jogja, sekarang kondisinya cukup lumayan. Sudah mempunyai sistem yang bagus dalam pembangunan property, bahkan mulai merambah ke beberapa usaha lain yang berkaitan dengan property. Penghasilannya pun termasuk bagus, apalagi jika dilihat dia membangun usaha dengan modal yang sangat terbatas -hanya 20 juta pinjaman dari kakaknya- dan memulai usaha padahal tidak tahu seluk beluknya sama sekali dan tanpa guru / mentor yang mendampingi. Alhamdulillah dia mau berbagi ilmunyadengan saya dari hasil pelajarannya membangun usahanya selama 4 tahun tersebut
Oh ya, ada hal yang cukup mengejutkan lagi, sahabat saya ini kurang familiar dengan web dan internet. Bahkan untuk membuat email saja minta tolong pada temannya. Tapi jangan salah dengan semangatnya……
Mudah-mudahan kedepannya jauh lebih sukses dengan bantuan web & internet untuk lebih memajukan usaha ini.
Semoga selalu sukses, kawan…..
Note:
1. Terbukti kan? Bisa juga bermain property dengan menjadi property dengan modal terbatas.
2. Inginnya posting artikel ini segera ketika awal mei menunggu foto dari sahabat saya ini. Namun foto belum juga dikirim karena lupa email yang sudah dibuat… He.. He.. He….