Promo!! Baru Kost Putri Eksklusif “Mataram” Yogyakarta

Kost Putri Eksklusif “Mataram” Yogyakarta
Mataram Property Group
Terletak di dalam Perumahan MBS (Mataram Bumi Sejahtera), dengan alamat: Perum Mataram Bumi Sejahtera (MBS) Kav.31, Condong Catur, Depok, Sleman 55283
Rumah induk sebagai guest house 2 lantai berada di bagian depan.
Kost putrid eksklusif  dengan akses dari samping terdiri dari 15 kamar, dengan kamar mandi di dalam dan LCD TV.
Fasilitas:
§  Toop roof view & garden: pemandangan gunung Merapi, kota Yogyakarta dan dilengkapi taman di atap.
§  AC tiap kamar.
§  Water heater.
§  TV kabel dengan LCD/LED TV di tiap kamar.
§  Jaringan internet via Wi-fi.
§  Springbed Elite
§  Full perabot: Meja belajar, kursi, dan lemari pakaian
§  Kamar mandi dengan shower, kloset duduk dan wastafel.
§  Security perumahan 24 jam.
§  Penjaga Guest House dan Kost Eksklusif 24 jam.
§  Lapangan Tenis dalam perumahan.
§  Strategis dan mudah dijangkau: Hanya 400 m dari Ringroad Utara Yogyakarta
§  Dekat fasilitas umum: 400 m pasar tradisional condong catur, 2 KM RS JIH, 4 KM Ambarumo Plaza (Amplaz), 7 KM Bandara Adisutjipto,
§  Dekat Kampus: Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran, STMIK Amikom, STIE YKPN, UII Ekonomi, dsb.

Fasilitas bersama:
·         Ruang Tamu
·         Dapur lengkap dengan wastafel dan kitchen set
·         Kulkas
·         Air minum isi ulang

Hanya Rp 1.500.000,- per bulan

CP: 

Yulianto 
Perum Mataram Bumi Sejahtera (MBS) Kav.31, Condong Catur, Depok, Sleman 55283
HP:         0822-2013-0640
email:    assetku@gmail.com









TENTANG NURANI

Juni tahun kemarin dan tahun ini aku mengunjungi kampung bapakku, di Sragen sebelah utara, yang lumayan jauh dari pusat kota. Ada nuansa berbeda yang membuat hatiku tesentak.


Aku masih ingat, di waktu kecil ayahku sering mencontohkan nilai-nilai kebersamaan dan saling menghargai dengan menunjukkan langsung perilaku dan adat budaya yang ada di desa tersebut, namun kali ini aku melihat kondisinya berbeda.


Yang terlihat dari luar memang masih sama, hampir tidak ada yang berubah di kampung itu, selain jalan aspal kasar yang menggantikan jalan pasir-batu waktu aku kecil. Masih berjejer rumah joglo yang tak tergerus oleh ramainya bangunan batu bata sebagaimana di daerah-daerah lain. Desa tersebut pun masih terlihat sepi, yang muda pergi merantau, tinggal yang tua menjadi petani menggarap sawah dan beberapa juga memelihara sapi putih (sapi jawa?) di samping rumahnya.


Kembali ke masalah yang membuat aku tersentak, sore itu aku ngobrol dengan pamanku. Paman bercerita bahwa di desa pun terjadi 'KKN' distribusi pupuk bersubsidi untuk pertanian, bahkan sampai terjadi permusuhan. Dan anehnya, banyak yang mengambil keuntungan materi dari sana. Ya demi perbedaan harga yang boleh dikatakan tidak seberapa, warga desa yang dulu santun meninggalkan budaya mereka, demi materi...


Ah.. mungkin hanya kasus itu saja. Aku berusaha memakluminya. Umumnya petani akan berjuang mati-matian agar padinya bisa ditanam, kemudian panen. bahkan untuk mengairi sawah mereka harus membeli atau menyewa pompa air.


Namun pemakluman itu menjadi hilang manakala aku kembali ke kampung itu Juni tahun ini. Aku mendapat cerita yang lain. Kali ini tentang jatah raskin (beras miskin). Seharusnya hanya sekitar 10 orang saja yang menerimanya. Namun reaksi masyarakat kembali membuat aku tersentak. Warga yang tidak menerima raskin 'membelot' dan berkata bahwa jika mereka tidak mendapat raskin, maka jika ada acara kerja bakti atau sejenisnya, maka cukuplah 10 orang tersebut yang melakukannya, karena mereka juga tidak mau membagi raskin untuk sama-sama dinikmati....
dan tentunya, masih banyak hal-hal yang berubah di desa itu. Warga yang dulu kaya akan nurani kini menjadi miskin nurani.....


dan sepertinya, bukan desa pelosok kecil itu saja yang mengalaminya, dari sajian berita di televisi ternyata bangsa kita mengalaminya juga....


Lalu, apakah sudah sedemikian parah perubahan nurani bangsa ini? Apa saja yang bisa kita perbuat?

Mastermin Duri-Riau Terbentuk

Alhamdulillah...

Mastermind Duri-Riau baru saja terbentuk pada hari Selasa, 12 Mei 2009. Mastermind ini dihadiri oleh Saya (Eko Rakhmat), Pak Erman, Pak Hasan, Pak Riri, Pak Yadhi, dan pak Susantana. Mudah-mudahan kedepannya kegiatan mastermind bisa berjalan dengan baik dan bisa memberikan kontribusi positif bagi setiap member.

Sedikit sharing saja, sebenarnya secara informal mastermind Duri sudah terbentuk lebih dari satu tahun.Beberapa member sudah menjalin komunikasi pribadi. Saya sendiri dan Pak Erman (saya panggil Pak Haji) sudah berkomunikasi dan berkomitmen tidak lama setelah saya berada di Duri, atas rekomendasi dari Pak Roni (Founder TDA). Yang terakhir, yang baru saja berjalan adalah saya berkolaborasi dengan Pak Hasan dan satu teman TDA dari Pekanbaru (Pak Amin) membuka kedai bakso di Duri. Dengan Pak Hasan sendiri, saya juga sering sharing dan berkunjung ke Ruko Pak Hasan. Ada beberapa prospek juga yang sedang berjalan bersama pak Hasan.

Dengan member lain, Beberapa kali juga saya kontak dengan Pak Yadhi dan Pak Susantana. Pak Yadhi juga memberikan tips dan solusi publikasi di dalam komunitas tertentu.

Saya baru kenal dan bertemu dengan Pak Riri. Namun, Pak Riri sendiri sudah sejak lama berhubungan dengan Pak Hasan. Dan tentu saja Pak Riri juga kontak dengan Pak Erman karena ayah Pak Riri dan Pak Erman sendiri adalah saudara sepupu.

Semoga dengan adanya kedekatan emosional tersebut bisa semakin mempererat mastermind Duri.

Oh ya. Duri adalah kota kecamatan, bukan kota Kabupaten apalagi kotamadya. Mudah-mudahan teman-teman di kota lain juga mendapat motivasi dengan adanya mastermind kami.

salam FUNtastic dari DURI-RIAU

Eko Rakhmat Yulianto
www.ekorakhmat.blogspot.com

Pidato Steve Job Sang Pendiri Apple & Pixar di Acara Wisuda Stanford University






Saya merasa bangga di tengah-tengah Anda sekarang, yang akan segera lulus dari salah satu universitas terbaik di dunia. Sayatidak pernah selesai kuliah. Sejujurnya, baru saat inilah saya merasakan suasana wisuda.

Hari ini saya akan menyampaikan tiga cerita pengalaman hidupsaya. Ya, tidak perlu banyak. Cukup tiga.

1. Cerita Pertama: Menghubungkan Titik-Titik

Saya drop out (DO) dari Reed College setelah semester pertama, namun saya tetap berkutat di situ sampai 18 bulan kemudian, sebelum betul-betul putus kuliah. Mengapa saya DO? Kisahnya dimulai sebelum saya lahir.

Ibu kandung saya adalah mahasiswi belia yang hamil karena "kecelakaan"dan memberikan saya kepada seseorang untuk diadopsi. Dia bertekad bahwa saya harus diadopsi oleh keluarga sarjana, maka saya pun diperjanjikan untuk dipungut anak semenjak lahir oleh seorang pengacara dan istrinya. Sialnya, begitu saya lahir, tiba-tiba mereka berubah pikiran ingin bayi perempuan. Maka orang tua saya sekarang, yang ada di daftar urut berikutnya, mendapatkan telepon larut malam dari seseorang: "kami punya bayi laki-laki yang batal dipungut; apakah Anda berminat?Mereka menjawab: "Tentu saja."

Ibu kandung saya lalu mengetahui bahwa ibu angkat saya tidak pernah lulus kuliah dan ayah angkat saya bahkan tidak tamat SMA. Dia menolak menandatangani perjanjian adopsi. Sikapnya baru melunak beberapa bulan kemudian, setelah orang tua saya berjanji akan menyekolahkan sayasampai perguruan tinggi.

Dan, 17 tahun kemudian saya betul-betul kuliah. Namun, dengan naifnya saya memilih universitas yang hampir sama mahalnya dengan Stanford, sehingga seluruh tabungan orang tua saya yang hanya pegawai rendahan habis untuk biaya kuliah. Setelah enam bulan, saya tidak melihat manfaatnya. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan dalam hidup saya dan bagaimana kuliah akan membantu saya menemukannya. Saya sudah menghabiskan seluruh tabungan yang dikumpulkan orang tua saya seumur hidup mereka.

Maka, saya pun memutuskan berhenti kuliah, yakin bahwa itu yang terbaik. Saat itu rasanya menakutkan, namun sekarang saya menganggapnya sebagai keputusan terbaik yang pernah saya ambil.

Begitu DO, saya langsung berhenti mengambil kelas wajib yang tidak saya minati dan mulai mengikuti perkuliahan yang saya sukai. Masa-masa itu tidak selalu menyenangkan. Saya tidak punya kamar kos sehingga nebeng tidur di lantai kamar teman-teman saya. Saya mengembalikan botol Coca-Cola agar dapat pengembalian 5 sen untuk membeli makanan. Saya berjalan 7 mil melintasi kota setiap Minggu malam untuk mendapat makanan enak di biara Hare Krishna. Saya menikmatinya.

Dan banyak yang saya temui saat itu karena mengikuti rasa ingin tahu dan intuisi, ternyata kemudian sangat berharga.

Saya beri Anda satu contoh: Reed College mungkin waktu itu adalah yang terbaik di AS dalam hal kaligrafi. Di seluruh penjuru kampus, setiap poster, label, dan petunjuk ditulis tangan dengan sangat indahnya. Karena sudah DO, saya tidak harus mengikuti perkuliahan normal. Saya memutuskan mengikuti kelas kaligrafi guna mempelajarinya. Saya belajarjenis-jenis huruf serif dan san serif, membuat variasi spasi antar kombinasi kata dan kiat membuat tipografi yang hebat. Semua itu merupakan kombinasi cita rasa keindahan, sejarah dan seni yang tidak dapat ditangkap melalui sains. Sangat menakjubkan. Saat itu sama sekali tidak terlihat manfaat kaligrafi bagi kehidupan saya.

Namun sepuluh tahun kemudian, ketika kami mendisain komputer Macintosh yang pertama, ilmu itu sangat bermanfaat. Mac adalah komputer pertama yang bertipografi cantik. Seandainya saya tidak DO dan mengambil kelas kaligrafi, Mac tidak akan memiliki sedemikian banyak huruf yang beragam bentukdan proporsinya.
Dan karena Windows menjiplak Mac, maka tidak ada PC yang seperti itu. Andaikata saya tidak DO, saya tidak berkesempatan mengambil kelas kaligrafi, dan PC tidak memiliki tipografi yang indah.
Tentu saja, tidak mungkin merangkai cerita seperti itu sewaktu saya masih kuliah. Namun, sepuluh tahun kemudian segala sesuatunya menjadi gamblang.
Sekali lagi, Anda tidak akan dapat merangkai titik dengan melihat kedepan; Anda hanya bisa melakukannya dengan merenung kebelakang. Jadi, Anda harus percaya bahwa titik-titik Anda bagaimana pun akan terangkai di masa mendatang. Anda harus percaya dengan intuisi, takdir, jalan hidup, karma Anda, atau istilah apa pun lainnya.
Pendekatan ini efektif dan membuat banyak perbedaan dalam kehidupan saya.

2. Cerita Kedua Saya: Cinta dan Kehilangan.

Saya beruntung karena tahu apa yang saya sukai sejak masih muda. Woz dan saya mengawali Apple di garasi orang tua saya ketika saya berumur 20 tahun. Kami bekerja keras dan dalam 10 tahun Apple berkembang dari hanya kami berdua menjadi perusahaan 2 milyar dolar dengan 4000 karyawan. Kami baru meluncurkan produk terbaik kami -Macintosh- satu tahun sebelumnya, dan saya baru menginjak usia 30. Dan saya dipecat.

Bagaimana mungkin Anda dipecat oleh perusahaan yang Anda dirikan? Yah, itulah yang terjadi. Seiring pertumbuhan Apple, kami merekrut orang yang saya pikir sangat berkompeten untuk menjalankan perusahaan bersama saya. Dalam satu tahun pertama, semua berjalan lancar. Namun, kemudian muncul perbedaan dalam visi kami mengenai masa depandan kami sulit disatukan. Komisaris ternyata berpihak padanya. Demikianlah, di usia 30 saya tertendang. Beritanya ada di mana-mana. Apa yang menjadi fokus sepanjang masa dewasa saya, tiba-tiba sirna. Sungguh menyakitkan.

Dalam beberapa bulan kemudian, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Saya merasa telah mengecewakan banyak wirausahawan generasi sebelumnya. saya gagal mengambil kesempatan. Saya bertemu dengan David Packard dan Bob Noyce dan meminta maaf atas keterpurukan saya. Saya menjadi tokoh publik yang gagal, dan bahkan berpikir untuk lari dari Silicon Valley.

Namun, sedikit demi sedikit semangat timbul kembali- saya masih menyukai pekerjaan saya. Apa yang terjadi di Apple sedikit pun tidak mengubah saya. Saya telah ditolak, namun saya tetap cinta. Maka, saya putuskan untuk mulai lagi dari awal. Waktu itu saya tidak melihatnya, namun belakangan baru saya sadari bahwa dipecat dari Apple adalah kejadian terbaik yang menimpa saya. Beban berat sebagai orang sukses tergantikan oleh keleluasaan sebagai pemula, segala sesuatunya lebih tidak jelas. Hal itu mengantarkan saya pada periode paling kreatif dalam hidup saya.

Dalam lima tahun berikutnya, saya mendirikan perusahaan bernama NeXT, lalu Pixar, dan jatuh cinta dengan wanita istimewa yang kemudian menjadi istri saya. Pixar bertumbuh menjadi perusahaan yang menciptakan film animasi komputer pertama, Toy Story, dan sekarang merupakan studio animasi paling sukses di dunia. Melalui rangkaian peristiwa yang menakjubkan, Apple membeli NeXT, dan saya kembali lagi ke Apple, dan teknologi yang kami kembangkan di NeXT menjadi jantung bagi kebangkitan kembali Apple.

Dan, Laurene dan saya memiliki keluarga yang luar biasa. Saya yakin takdir di atas tidak terjadi bila saya tidak dipecat dari Apple. Obatnya memang pahit, namun sebagai pasien saya memerlukannya. Kadangkala kehidupan menimpakan batu ke kepala Anda. Jangan kehilangan kepercayaan. Saya yakin bahwa satu-satunya yang membuat saya terus berusaha adalah karena saya menyukai apa yang saya lakukan. Anda harus menemukan apa yang Anda sukai. Itu berlaku baik untuk pekerjaan maupun pasangan hidup Anda.

Pekerjaan Anda akan menghabiskan sebagian besar hidupxAnda, dan kepuasan sejati hanya dapat diraih dengan mengerjakan sesuatu yang hebat. Dan Anda hanya bisa hebat bila mengerjakan apayang Anda sukai. Bila Anda belum menemukannya, teruslah mencari. Jangan menyerah. Hati Anda akan mengatakan bila Anda telah menemukannya. Sebagaimana halnya dengan hubungan hebat lainnya, semakin lama-semakin mesra Anda dengannya.

Jadi, teruslah mencari sampai ketemu. Jangan berhenti.

3. Cerita Ketiga Saya: Kematian

Ketika saya berumur 17, saya membaca ungkapan yang kurang lebih berbunyi: "Bila kamu menjalani hidup seolah-olah hari itu adalah hari terakhirmu, maka suatu hari kamu akan benar."

Ungkapan itu membekas dalam diri saya, dan semenjak saat itu, selama 33 tahun terakhir, saya selalu melihat ke cermin setiap pagi dan bertanya kepada diri sendiri: "Bila ini adalah hari terakhir saya, apakah saya tetap melakukan apa yang akan saya lakukan hari ini?" Bila jawabannya selalu "tidak" dalam beberapa hari berturut-turut, saya tahu saya harus berubah.

Mengingat bahwa saya akan segera mati adalah kiat penting yang saya temukan untuk membantu membuat keputusan besar. Karena hampir segala sesuatu-semua harapan eksternal, kebanggaan, takut malu atau gagal-tidak lagi bermanfaat saat menghadapi kematian. Hanya yang hakiki yang tetap ada.Mengingat kematian adalah cara terbaik yang saya tahu untukmenghindari jebakan berpikir bahwa Anda akan kehilangan sesuatu. Anda tidak memiliki apa-apa. Sama sekali tidak ada alasan untuk tidak mengikuti kata hati Anda.

Sekitar setahun yang lalu saya didiagnosis mengidap kanker. Saya menjalani scan pukul 7:30 pagi dan hasilnya jelas menunjukkan saya memiliki tumor pankreas. Saya bahkan tidak tahu apa itu pankreas. Para dokter mengatakan kepada saya bahwa hampir pasti jenisnya adalah yang tidak dapat diobati. Harapan hidup saya tidak lebih dari 3-6 bulan. Dokter menyarankan saya pulang ke rumah dan membereskan segala sesuatunya, yang merupakan sinyal dokter agar saya bersiap mati.

Artinya, Anda harus menyampaikan kepada anak Anda dalam beberapa menit segala hal yang Anda rencanakan dalam sepuluh tahun mendatang. Artinya, memastikan bahwa segalanya diatur agar mudah bagi keluarga Anda. Artinya, Anda harus mengucapkan selamat tinggal.

Sepanjang hari itu saya menjalani hidup berdasarkan diagnosis tersebut. Malam harinya, mereka memasukkan endoskopi ke tenggorokan, lalu keperut dan lambung, memasukkan jarum ke pankreas saya dan mengambil beberapa sel tumor. Saya dibius, namun istri saya, yang ada di sana , mengatakan bahwa ketika melihat selnya di bawah mikroskop, para dokter menangis mengetahui bahwa jenisnya adalah kanker pankreas yang sangat jarang, namun bisa diatasi dengan operasi. Saya dioperasi dan sehat sampai sekarang.

Itu adalah rekor terdekatsaya dengan kematian dan berharap terus begitu hingga beberapa dekade lagi. Setelah melalui pengalaman tersebut, sekarang saya bisa katakan dengan yakin kepada Anda bahwa menurut konsep pikiran, kematian adalah hal yang berguna: Tidak ada orang yang ingin mati. Bahkan orang yang ingin masuk surgapun tidak ingin mati dulu untuk mencapainya. Namun, kematian pasti menghampiri kita. Tidak ada yang bisa mengelak. Dan, memang harus demikian, karena kematian adalah buah terbaik dari kehidupan. Kematian membuat hidup berputar. Dengannya maka yang tua menyingkir untuk digantikan yang muda.

Maaf bila terlalu dramatis menyampaikannya, namun memang begitu. Waktu Anda terbatas, jadi jangan sia-siakan dengan menjalani hidup orang lain. Jangan terperangkap dengan dogma-yaitu hidup bersandar pada hasil pemikiran orang lain. Jangan biarkan omongan orang menulikan Anda sehingga tidak mendengarkata hati Anda. Dan yang terpenting, miliki keberanian untuk mengikuti kata hati dan intuisi Anda, maka Anda pun akan sampai pada apa yang Anda inginkan. Semua hal lainnya hanya nomor dua.

Ketika saya masih muda, ada satu penerbitan hebat yang bernama "The Whole Earth Catalog", yang menjadi salah satu buku pintar generasi saya. Buku itu diciptakan oleh seorang bernama Stewart Brand yang tinggal tidak jauh dari sini di Menlo Park, dan dia membuatnya sedemikian menarik dengan sentuhan puitisnya. Waktu itu akhir 1960-an, sebelum era komputer dan desktop publishing, jadi semuanya dibuat dengan mesin tik, gunting, dan kamera polaroid. Mungkin seperti Google dalam bentuk kertas, 35 tahun sebelum kelahiran Google: isinya padat dengan tips-tips ideal dan ungkapan-ungkapan hebat.

Stewart dan timnya sempat menerbitkan beberapa edisi "The Whole EarthCatalog", dan ketika mencapai titik ajalnya, mereka membuat edisi terakhir.Saat itu pertengahan 1970-an dan saya masih seusia Anda. Di sampul belakang edisi terakhir itu ada satu foto jalan pedesaan dipagi hari, jenis yang mungkin Anda lalui jika suka bertualang. Di bawahnya ada kata-kata: "Stay Hungry. Stay Foolish." (Jangan PernahPuas. Selalu Merasa Bodoh).

Itulah pesan perpisahan yang dibubuhi tanda tangan mereka. Stay Hungry. Stay Foolish. Saya selalu mengharapkan diri saya begitu. Dan sekarang, karena Anda akan lulus untuk memulai kehidupan baru, saya harapkan Anda juga begitu. Stay Hungry. Stay Foolish.

(Diterjemahkan oleh Dewi Sri Takarini, alumni sebuah perguruan tinggidi Australia)

BONUS :When you take a risk and step out of the norm, you run the risk andsometimes you fail. But you only fail if you give up.(J Peterman)

artikel diambil dari forward di milist kampung-ugm

Tips Memilih Partner untuk Usaha Bersama atau Investasi

Memilih partner usaha atau menjadi investor tidaklah mudah. Kita harus tahu ilmunya kalau kita ingin uang kita aman dan berkembang. Dalam perjalanan mencari partner usaha bersama atau saya menjadi investor, saya pernah kena tipu atau salah ambil orang.

Prinsipnya cari partner yang bener ya seperti ungkapan yang sering kita denger: Cari yang pinter -pinter usaha tentunya- dan Jujur/ Amanah dalam memegang uang. Gampang-gampang susah kan?

Beberapa orang -tidak semua- saat seseorang baru lulus dari sekolah kemudian bisa menabung, maka ia akan berfikir bagaimana untuk mengembangkan uang yang ada dengan usaha. Maka yang paling gampang adalah dicarinya teman-temannya yang sedang mempunyai bisnis. Nah, celakanya, karena sama-sama baru lulus (atau malah teman yang punya bisnis tersebut belum lulus), maka usaha milik teman tersebut juga masih baru, dengan kata lain masih belajar dalam membuka usaha juga.

Orang yang awal usaha, biasanya yang dilihat dengan rinci adalah peluangnya saja. Ingat SWOT kan? yang dilihat secara detail cuma S dan O nya saja. Dia akan bilang nanti dengan usaha ini dengan penjualan sekian akan dapat untung sekian. Titik

Kalau yang usahanya lebih matang, dia akan bicara mengenai Sistem: bagaimana mengelola asset / resorces, logistik, termasuk bagaaimana caranya mendapatkan pelanggan. Dari mulai mendatangkan calon pelanggan (lead) sampai mengubah menjadi transaksi. Pokoke okeh. Makin detail makin bagus....

Nah, tips yang aman, kalau mau jadi investor, ya cari usaha yang sudah berjalan namun tersendat karena permasalahan modal. Jadi mereka tidak terkendala masalah sistem. Mung bensine wae sing kurang. Kudune nganggo pertamax plus, tapi mung nganggo premium. Mesakke to? Tapi tetep inget ya, tetap harus yang amanah.

Kalau mau cari partner buat usaha dari awal (ini masalah amanah), bagusnya orang yang bener2 kita kenal baik, dan kita tahu dia amanah atau tidak. Sebagaimana Umar bin Khattab ketika mendapatkan rekomendasi untuk mengangkat salah seorang pejabatnya, maka Umar ra bertanya: apakah pernah tidur bersama? apakah pernah melakukan perjalanan jauh bersama? Intinya, bagaimana bisa menemukan orang yang tetep amanah di saat kondisi susah. Saat tidur dan dalam perjalanan jauh maka orang akan keluar watak aslinya.
Dalam mencari beberapa partner yang baru, aku lebih suka langsung main ke rumahnya, atau setidaknya ketemu dengan keluarganya. Bahkan untuk salah satu partner di Pekanbaru aku sampai tidur di rumahnya. Jika seseorang baik dalam keluarganya, maka ia akan baik juga dengan orang lain. Partner ini sebelumnya ketemu di milist usaha.
Patner yang satu lagi, untuk usaha yang masih dalam proses -belum berjalan- malah cuma ketemu di Toko Gramedia. Pas di Gramedia, aku sapa dia karena baca buku yang sama dengan bukuku. Ngobrol sebentar, kemudian tukar-tukar no HP. Keesokan harinya aku telpo dia -biar gak lupa-. Berikutnya aku masih sering kontak-kontak dia. Nah, pas aku nemanin istri dinas luar kota di Pekanbaru, dia malah nyamperin aku. Ngajak jalan-jalan, diajak makan, tentu saja sambil cerita usaha-usaha dia. Beberapa minggu kemudian, aku dan keluarga coba mampir ke tempat usah dia, di sana ketemu keluarga dia. Kesimpulannya, dia orang yang professional dan amanah. Dan yang lebih penting lagi, dia tidak greedy/rakus dengan uang. Sama seperti prinsipku.
Oh ya jadi ingat, buat menemukan partner, jangan lupa: VISINYA harus SAMA. ini juga penting, karena akan mempengaruhi keputusan yang akan diambil, supaya nantinya tidak ada konflik. Masalah hobi, karakter, sifat boleh berbeda, malah dianjurkan karena akan mempunyai perspektif yang berbeda.

Yang terakhir, biarpun kita usaha dengan kawan baik, jangan lupa untuk tetap menuliskan perjanjian secara legal. Bila perlu di depan notaris. Kira-kira akan membutuhkan biaya 200 ribu. ini lebih aman. Bukankan Al Quran juga menyuruh demikian (maaf suratnya lupa).

Sebagai penutup, ini berdasarkan pengalamanku, jadi tentunya yang ku tulis ya sebatas yang aku tahu saja. Sangat mungkin ada tips-tips lain yang belum aku tulis karena keterbatasaan pengetahuanku.

Mudah-mudahan Anda bisa mendapatkan partner yang baik dalam usaha Anda.

Dari Friendster ke Facebook

Akhir-akhir ini saya sedang asyik main di facebook. Kebetulan juga TDA juga sedang menggalakkan facebook. Pertama-tama males juga mau pindah ke facebook, yang friendster aja gak terurus kok. Namun setelah di kasih tau fasilitas yang ada (waktu itu baru kasih tau kalau kita bisa kirim aplikasi ke temen), wah jadi tertarik nih.


Setelah dicoba, ternyata... wow dahsyat banget.... Terus terang saya jadi dapat solusi dengan friendsterku. Sebelumnya malas login ke friendster karena loadingnya lambat, lay outnya jelek dan gak user friendly. Mau pindah ke bagian2 lain kok repot banget, tulisannya jelek lagi. Yang lebih parah, yang membuat aku gak simpati adalah, Friendster memakai account email kita, dan kirim undangan untuk gabung ke friendster ke email teman-teman kita, baik email pribadi maupun mailing list (apa karena waktu itu pakai yahoo mail ya? yang terkenal banyak spam)


Nah, fasilitas facebook yang aku sukai adalah:



  1. Posisi beberapa aplikasi bisa diubah-ubah terserah kita, walaupun lay out frame-nya gak bisa diubah, ini sudah lumayan.


  2. Kita bisa add friend dengan mudah, bisa klik dari teman kita, tanpa melihat profil teman terlebih dahulu, dan tanpa kita harus tahu alamat email teman kita atau pertanyaan yang lain. Asal kita request (add fiend) dan teman kita approve (setuju), selesai deh. Simple dan cepet.


  3. Kita bisa chat dengan teman kita yang sedang online. Program ini sudah built ini di facebook. Kita juga bisa tahu siapa teman kita yang sedang online (silahkan tambah aplikasinya)


  4. Kita bisa buat link web atau blog kita di profile. Kalau friendster gak bisa kan?


  5. Nah, yang aku suka adalah, kita bisa tambah RSS blog kita, atau juga blog yang lain ke halaman profile facebook kita. jadi dengan membuka facebook kita, teman kita bisa tahu update blog kita.


  6. Ada berbagai macam aplikasi open source atau dari pihak ke tiga yang bisa diinstall di halaman facebook kita.


  7. Kita bisa lebih mudah mengetahui karakter dan sosial kawan kita dari kawan, group, dan aplikasi yang mereka install.


  8. Apalagi ya? silahkan saja dicoba sendiri. SIgn up saja ke www.facebook.com.

www.ekorakhmat.co.cc dan Facebookku

Ayo Pindah Gmail: Apa kelebihan Gmail?


Postingan saya kali ini munkin agak melenceng dari tag blog ini. Tapi gak apa-apa, yang penting bermanfaat. kali ini saya akan mengangkat tentang Gmail (Google mail) berdasar pengalaman saya. Email bagi setiap orang saat ini bagaikan kebutuhan pokok. Seperti makanan, kalau rasanya lezat karena sesuai selera tentu akan membuat kita puas.
Nah, langsung ke permasalahan. Mengapa saya mengajak teman-teman untuk memilih Google Mail (selanjutnya disebut .gmail. saja)? Karena featurenya sangat user friendly terutama untuk yang aktif di beberapa mailing list:
  1. Kapasitas email yang besar, dan terus bertambah. Saat ini kapasitas gmail saya lebih dari 7 GB, dan kapasitas ini senanantiasa bertambah. Gratis lagi.
  2. Filter yang tidak terbatas. Teman-teman bisa memilah-milah email ke dalam folder berdasarkan filter kata kunci, bisa dari subjek, asal, dst. Email yang sudah di-filter pun bisa dipilih mau masuk ke inbox atau langsung skip supaya tidak masuk inbox tapi langsung ke folder. Nah, yang lebih hebat lagi, filter ini juga bisa berlaku surut ke belakang. Nggak seperti filter email yang lain. Ada lagi! Filter pun bisa dihapus, alias label email bisa diganti-ganti. Fasilitas ini sangat bermanfaat bagi teman2 yang punya email harian banyak, apalagi kalau ikut berbagai milist.
  3. Email akan dikumpulan berdasarkan subjek email. nah ini juga menguntungkan. Jadi kita tidak usah pusing2 merunut suatu email reply dari email yang mana. Siapa yang kirim email pertama. Tinggal klik subjeknya, keluar deh semua email dengan subject yang sama.
  4. Dibedakan antara email yang dikirim ke kita khusus atau ke banyak orang, yaitu adanya anak panah di sebelah kiri subject.
  5. Selain filter, kita juga bisa menambahkan star / bintang dan label.
  6. Oh ya, ada lagi dengan filter juga kita bisa langsung menghapus email yang masuk dengan kriteria filter tertentu.
  7. Anda bisa langsung chatting dengan google talk (gtalk) jika Anda memakai versi beta.
  8. Tidak perlu check kontak, baru nulis satu huruf sudahmuncul pilihan2 kontak, seperti kalau kita mau buka alamat web di bar. Kontak menyatu dengan email.
  9. Yang terakhir, seperti juga yang ada di email pertama dari gmail, selalu saja ada yang baru dari gmail.
  10. Jika anda mempunyai website dengan domain sendiri asal ada fasilitas CNAME (dotcom, dot cc, dot net, dsb), anda bisa dapat alamat email gratis dengan alamat email@website Anda. Misal saya karena punya website www.ekorakhmat.co.cc maka saya bisa punya alamat email property@ekorakhmat.co.cc bisnis@ekorakhmat.co.cc dan juga alamat emal yang lain. Terserah, kalau gak salah bisa sampai 500 buah email. Keren kan?
  11. Jumlah email per halaman bisa di set sampai 100 email, tepatnya 100 subject, karena subject yang sama di satukan. Jadi gak perlu buka ke halaman berikutnya terlalu sering.
  12. Fasilitas standar: forward email, searching email (ini berguna banget lho, buat mencari email kita yang sudah berbulan2)
  13. Mendukung Fasilitas POP3 dan IMAP, silahkan dibaca di bagian setting / pengaturan, ada step2nya. Jadi kita bisa buka email offline setelah kita download sebelumnya.

Apa lagi ya? itu dulu deh, yang lain nyusul. Insya Allah. Silahkan ditambahi kalau teman-teman punya saran.

kalau pengen alamat web gratis nama.co.cc , bisa juga buat forward website atau blog, silahkan klik DI SINI. Kalau belum dapat yang gratis, silahkan cari alternatif nama lain. Lumayan, bisa buat alamat email dari gmail yang domainnya nama Anda.

www.ekorakhmat.co.cc forward from www.ekorakhmat.blogspot.om

Jadilah yang Terbaik (baca: The Special People)


Dulu, sewaktu kuliah (dan belum bekerja tentunya) saya kaget ketika harus mengganti satu buah baut sepeda motor berharga dua ribu rupiah. Kenapa? Karena biasanya saya membeli baut untuk sepeda paling-paling seharga seratus atau dua ratus rupiah. Ternyata kemudian juga saya ketahui banyak barang lain yang harganya juga berbeda jauh walaupun fungsinya sama. Belum lagi kalau misalnya baut tersebut untuk mobil. Harganya bisa melambung jauh lagi.


Kenapa harganya bisa berbeda? Yang jelas, tentunya kelas atau kualitasnya juga berbeda. Untuk mobil tentunya yang paling bagus, karena membutuhkan kualitas yang lebih tinggi untuk bisa menjalankan fungsi yang lebih berat. Berikutnya sepeda motor, baru untuk sepeda yang terendah.


Ini juga terjadi dalam hidup kita, atau contoh yang paling mudah pekerjaan. Sama-sama bekerja sebagai sekretaris,kalau berada di perusahaan yang berbeda akan mempunyai tuntutan kualitas yang berbeda yang tentu pada akhirnya juga berbeda gajinya. Bahkan, di perusahaan yang sama, sekretaris untuk pres Direktur tentunya akan mempunyai gaji yang paling tinggi dibandingkan dengan sekretaris2 yang lain. Demikian juga pekerjaan yang lain.


Nah pertanyaannya adalah: Anda ingin menjadi 'baut' yang seperti apa? Untuk sepeda, sepeda motor, atau bahkan untuk pesawat ruang angkasa? Semakin berkualitas maka 'harga' Anda akan semakin mahal.

Menjadi Pribadi Unggul (kompeten) - Resume Buku "The 7 habits of Highly Effective People"







Menabur Pikiran, menuai Tindakan; Menabur tindakan, menuai Kebiasaan; Menabur Kebiasaan, menuai Karakter; Menabur Karakter, menuai Nasib. Samuel Smiles



Dulu sewaktu mahasiswa saya pernah membaca buku karangan Stephen R Covey ini, namun terus terang susaha sekali memahaminya. Lebih mudah memahaminya setelah melihat VCD punya teman. Tapi waktu ikut trainingnya, jadi lebih paham lagi. Apalagi saat ini saya senang sekali belajar enterpreunership, managerial, dan pengembangan diri. Jadi, tentu saja mempunyai perspektif yang lebih luas jika dibandingkan dengan perspektif dulu ketika mahasiswa.





Inti dari buku ini cukup sederhana dan mudah dipahami yaitu kita akan berubah dari ketergantungan menuju Kemandirian (Kemenangan Individu dalam istilah Covey) dengan memperbaiki diri kita sebagai seorang individu, yaitu penguasaan diri dan disiplin diri. Namun, supaya menjadi individu yang kompeten (efektif) pada akhirnya kita harus bisa berkolaborasi dengan orang lain sehingga memunculkan adanya salingketergantungan dengan melakukan hubungan yang lebih mendalam dan jangka panjang, yang dalam tahap ini Covey memberikan istilah "Kemenangan Publik". Ya, kita tidak bisa hidup di dunia ini sendiri. Kita perlu berkolaborasi dengan orang lain. Dan kebiasaan kita ditutup dengan "Asahlah Gergaji" yang intinya "Continous improvement".



PRINSIP EFEKTIVITAS adalah hal utama yang harus dipegang dalam menjalankan The 7 Habits ini. Efektivitas adalah mendapatkan hasil yang baik hari ini (produksi) dengan cara yang memungkinkan kita untuk mendapatkan hasil yang terus-menerus (berkesinambungan). Nantinya, dalam menentukan apakah suatu tindakan/sikap akan efektif atau tidak akan didasarkan pada prinsip ini.





1. Menjadi Proaktif
Kebiasaan yang pertama diawali dari mindset atau pola pikir kita. Kita harus sadar sepenuhnya bahwa kita bertanggung jawab atas apa yang kita lakukan. Orang yang efektif berprinsip bahwa hidup adalah pilihan, sehingga sadar bahwa keadaan saat ini adalah hasil dari pilihan-pilihan sendiri di masa lalu. Orang yang proaktif bersikap didasari pada prinsipnya (yaitu bebas memilih dan bertanggung jawab atas pilihan yang diambil), sedang orang yang reaktif berbuat sebagai hasil dari reaksi apa yang terjadi di luar dirinya.



Orang proaktif sadar bahwa dirinya adalah programmer untuk dirinya. Dia sendiri yang mengatur dirinya, bukan situasi diluar yang mengatur tindakannya.



Ada perbedaan yang mendasar antara orang proaktif dan reaktif (walaupun dua-duanya sama-sama aktif), yaitu bahwa setelah terjadi stimulus, orang reaktif akan berhenti sejenak untuk berfikir sebelum melakukan respon yang layak. Sedangkan orang yang reaktif akan langsung memberikan respon seketika setelah ada stimulus, tanpa adanya jeda untuk memilih atau berfikir.

Di saat jeda memilih tersebut, orang Proaktif akan melakukan STEP: Stop - Think - Evaluate - Proceed. Dan sah-sah saja jika Anda memiliki metoda lain dalam berfikir, misalnya BRAIN: Benefit-Risk-Altenative-Instinc-No respone.
Di dalam melihat suatu hal, orang yang proaktif akan mengajukan pertanyaan: HOW dan WHAT yaitu berusaha mencari solusi, sedangkan orang yang reaktif akan mengajukan pertanyaan WHY, WHEN, dan WHO.

2. Mulai dengan Tujuan Akhir

"Tolong beritahu saya, jalan mana yang harus saya ambil?" Kata Alice"

Hal itu tergantung kemana kamu kan pergi" Kata Kucing"

Saya tidak peduli akan ke mana saya....". Kata Alice"

Kalau begitu, tidak ada bedanya jalan manapun yang kamu ambil" kata Kucing

dari Petualangan Alice di Negeri Ajaib

Tujuan akhir, VISI, adalah sesuatu yang mendorong seseorang berbuat. Jika seseorang mempunyai cita-cita yang tinggi tentunya ia akan bekerja lebih keras dan tekun daripada orang yang mempunyai cita2 yang lebih rendah.

Orang yang efektif akan mempunyai cita-cita yang tinggi, dan cita-cita tersebut dijadikan pedoman dalam mengambil keputusan dan menjalani hidupnya. Orang yang tidak efektif akan menjalani hidup tanpa tujuan, menjalani hidup apa adanya, mengikuti kemana arus akan membawanya.

Sebagai seorang insan, kita hidup dengan banyak peran. Sebagai individu yang bertanggung jawab kepada dairi sendiri, sebagai Ayah/Ibu, kepala keluarga, professional, atau pengusaha. Masing-masing peran tersebut menuntut kompetensi yang berbeda-beda, tentu saja akan mempunyai tujuan yang berbeda pula. Lalu, apa tujuan/keinginan kita untuk masing-masing peran tersebut? Apa yang ingin anak Anda katakan kepada Anda sebagai orang tua saat ulang tahun Anda yang terakhir? Anda yang tahu jawabannya.

3. Dahulukan yang Utama
First think First. Ya, jika kita tidak mempunyai prioritas, maka kita akan menjadi terlihat sibuk namun tidak menghasilkan apa-apa, karena semuanya dikerjakan. Orang yang efektif akan mendahulukan hal-hal yang penting, sedangkan orang yang tidak efektif akan mendahulukan hal-hal yang mendesak, sehingga akan senantiasa merasa dikejar2 waktu. Tentu saja ini akan menjadi beban mental (stress) jika terjadi berkepanjangan.
Selayaknya apa yang kita kerjakan didasarkan pada skala prioritas. Mana yang paling efektif dikerjakan dulu, baru berfikir efisiensi. Sudah tentu, pedoman untuk bisa memilih mana yang harus didahulukan adalah kita harus mempunyai tujuan akhir dahulu.

Orang yang efektif akan berusaha mengurangi pekerjaan yang urgent (penting & mendesak) dengan mengerjakan hal-hal yang penting namun tidak mendesak. Jadi, silahkan buat rencana mingguan Anda.

Jika kita mengerjakan tiga sikap ini secara konsisten, kita akan menjadi pribadi yang mandiri, efektif secara individu. Dengan menjadi pribadi yang mandiri, maka kita layak menjadi seorang individu yang layak dipercaya karena komitmen kita, atau dalam istilah Covey adalah mendapat Kemenangan Pribadi


Sikap berikutnya adalah bagaimana kita bisa menjadi pribadi yang efektif dalam berhubungan dan berkomunikasi dengan orang lain:

4. Berfikir Menang-menang
Kebiasaan ini membawa kita kembali untuk melihat mindset kita. Bagaimana kita bisa senantiasa berfikir menang-menang dalam berhubungan dengan orang lain. Untuk bisa berhubungan menang menang, inisiatif bisa datang dari salah satu atau kedua orang yang berhubungan. Untuk bisa melakukan tindakan ini, kita tidak hanya membutuhkan tenggang rasa yang tinggi, tapi juga keberanian yang tinggi dari diri kita.
Untuk bisa melakukan sikap ini, kita harus sadar bahwa apa yang ada di dunia ini melimpah bagi setiap orang dan berlimpah untuk dibagi. Jadi, selama kita merasa bahwa sesuatu jumlahnya terbatas, maka kita akan sulit berinisiatif melakukan kebiasaan menang-menang.
Sebagai prinsip dari sikap ini adalah bahwa hubungan jangka panjang yang efektif membutuhkan saling menghargai dan manfaat bersama.


5. Berusaha Memahami Dulu Baru Minta Dipahami
Dalam berhubungan dengan orang lain, pasti kita berkomunikasi dengannya. Nah, supaya komunikasi kita menjadi lebih efektif biasakanlah berkomunikasi dengan empati, kelihatannya akan memakan waktu yang lama, namun sebetulnya akan lebih efektif daripada kita berkomunikasi dengan cara lain, adu argumen misalnya.

Paradigma orang yang efektif adalah bahwa ia mendengarkan untuk memahami, sedangkan orang yang tidak efektif mendengarkan untuk menjawab.

6. Sinergi
Akhirnya setelah kita bisa menjadi seorang individu yang mandiri (karena efektif secara individu), dan kita bisa berkomunikasi dan berhubungan dengan orang lain dengan baik dengan berfikir menang-menang dan berkomunikasi dengan empati, kita bisa mengetahui kelebihan dan kekurangan kita dan orang lain.
Orang yang efektif berfikir bahwa dengan bersama-sama akan mencapai tujuan yang lebih baik, sedangkan orang yang tidak efektif akan memaksa orang lain untuk mengikuti caranya, atau dengan kompromi.

Akhirnya, dengan tambahan tiga sikap ini (sikap 4-5-6), kita akan menjadi seorang individu yang dipercaya oleh orang lain karena kita bisa mengambil hati orang lain.

Dan agar kita menjadi individu yang efektif, ditutup denga kebiasaan terakhir:
7. Asahlah Gergaji
Inti dari kebiasaan yang terakhir adalah kita senantiasa mengembangkan kemampuan kita dari segi Fisik, Mental/Pikiran, Sosial/Emosional, dan Spiritual.
  • Fisik: Olahraga, makan, dan istirahat seimbang dan manajemen stress yang baik.
  • Mental: Membaca, menulis, belajar, dan meneliti.
  • Sosial/Emosional: Membangun hubungan yang baik dengan orang lain, menjaga EQ kita.
  • Spiritual: melayani,meditasi, berdoa, ibadah, mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa.
Silahkan membaca buku The 7 Habits dari Stephen R Covey supaya lebih jelas, bisa juga dengan membaca slide yang bisa didownload gratis dari SINI.

Hari Ini Hari Anak: Bagaimana AKu Mendidik Anakku

Alhamdulillah, sudah lewat sebulan anakku berumur 2 tahun. Fatih nama anakku. Dia saat ini sudah masuk Play group minggu lalu. Ada rasa bangga dan bahagia dalam mendidik anak. Dengan mendidik anak, kita akan semakin mudah berinteraksi dengan orang lain. Kenapa? karena pada dasarnya, orang dewasa pun berasal dari anak-anak. saat dewasa pun, masih banyak karakter anak-anak yang masih melekat. Misalnya, minta dimengerti, minta perhatian, dsb.

Mengalihkan perhatian anak untuk menghentikan tangisan atau hal-hal yang tidak baik.
Banyak sekali pelajaran-pelajaran berharga dalam mendidik anak, diantaranya adalah jika anak menangis atau meminta/ melakukan sesuatu yang tidak kita inginkan, maka lebih baik kita mengalihkannya ke hal-hal lain yang menarik baginya. Dimulai dari mengangkatnya dengan halus dari posisi semula, kemudian dekap ke dada kita dan kita ajak bicara sambil kita arahkan ke hal-hal lain yang lebih baik.
Mendekapkan anak ke dada memberikan rasa kasih sayang pada anak dan menimbulkan rasa percaya anak kepada orang tua. Alhamdulillah cara ini sangat efektif. Tidak pernah anakku menagis atau merengek lebih dari lima menit. Lebih sering baru diarahkan pandangan keluar jendela anakku sudah terdiam dari rengekan, atau menjauhkan dari kegiatan yang tidak kita inginkan.

Jika anak berbuat salah, jangan dilarang, atau dimarahi, tunjukkan mana yang benar dengan memberi contoh.
Anak-anak mempunyai rasa ingin tahu yang sangat besar, dia senang sekali mencoba dan daya kreativitas & imajinasinya sangat tinggi. namun, hal ini sering disalahartikan oleh orang tua. Orang tua menganggap anaknya susah diatur. Jika dia melakukan hal yang salah, beberpa reaksi orang tua yang umum adalah:
-dilarang / dimarahi --> hanya akan menimbulkan anak merasa bersalah, pendiam (introvert), kurang PD. Dirinya merasa bodoh, apalagi kalau sering dilarang. Daya kreativitas anak akan cepat tumpul jika kita sering melarangnya. Pada kondisi tertentu ia akan bingung dengan apa yang harus ia lakukan. Jika anak berbuat salah, aku lebih condong untuk mengalihkannya (seperti item di atas). Jika ia sudah keterlaluan, aku nasihati, bila perlu dibuat 'simulasi' dampak jika anakku berbuat seperti itu. Misal jika mainan air akan basah, bisa terpeleset. Jika baru pulang pakai sepeda motor, biasanya dia akan berlari menuju sepeda motor, sekalian saja aku kasih tahu kalau knalpot itu panas. Kita pegang pelindung knalpot yang masih hangat, dan anakku kuminta untuk memegangnya. Sekarang dia nggak mau lagi dekat2 knalpot.
Ada lagi metode yang paling baik untuk mendidik anak, yaitu dengan memberi contoh. Anakku sampai saat ini masih sering mainan air. Kadang ini membuat lantai basah. Ya sudah sekalian saja kita ajari cara mengepel lantai. Alhamdulillah, saat ini jika ia menumpahkan air, langsung deh cari kain pel buat bersih2 lantai. Nggak bersih sih, itu gak masalah. yang terpenting adalah kepedulian dan rasa tanggung jawabnya.

Menganggap keberadaan anak sebagai orang 'dewasa' yang patut dihargai
Ya... mungkin ini agak aneh, tapi aku menerapkannya untuk anakku. Misalnya saja seperti contoh item di atas. Kalau dia salah, kita beri contoh bagaimana caranya yang benar, kemudian anakku harus mencobanya. Jika masih ada yang kurang kita bimbing.
Terkadang, yang sering membuat orang tua kesal adalah jika kita melakukan sesuatu adalah anak akan ikut-ikutan melakukannya. Hal ini bisa membuat orang tua merasa terganggu. Jangan salahkan anak. Ia tidak bersalah. Bukankah anak belajar dengan meniru? Jika anak tidak boleh ikut-ikutan, kapan dia belajar? bagaimana dia bisa melakukannya kelak? Solusinya adalah, buatlah si anak juga sibuk dengan pekerjaannya, pekerjaan yang mirip dengan apa yang kita kerjakan tentunya, sukur2 dengan peralatan yang sama namun seedang tidak kita pakai saat itu.
Yang lebih bagus lagi adalah dengan melibatkan anak bersama kita. Misal minggu kemarin anakku ikut membantu mencuci sepeda motor dan menyiram bunga. Biar arah aliran teratur, anakku memegang kepala nozzle slang, namun aku yang mengarahkan. Demikian juga dengan menyiram bunga kami (aku dan istriku) gantian mengarahkan anakku menyemprotkan air supata terarah.

Jika anak berbuat salah.... pertama adalah aku sebagai orang tua yang salah....
Jika anak berbuat benar.... anak telah belajar dengan benar....

udah ah, ngantuk... mulai gak tertata nih tulisannya.....
Bobo dulu, mudah-mudahan besok gak hujan lagi. Biar bisa jalan2 ke Taman bareng Istri dan anak.


Wah, ternyata tulisan yang panjang ini gak hilang. Alhamdulillah, gak usah nulis ulang.

Harusnya diposting pas tanggal 23 Juli pas hari anak kemarin.....
maaf kalo Narsis abis...

Tubuhku meminta aku tuk tidur

baru aja nulis panjang lebar tentang pendidikan anak...
ternyata terhapus karena salah 'klik'...

berarti badabku dah minta istirahat.

Tidur dulu ah...........

Behavioral Style Quadrant: 4 Tipe Kepribadian Seseorang


Masih masalah kepribadian nih... tentang karakter. karena karakter gak ada habis-habisnya untuk dibahas. Dan sebagian masalah yang terjadi bagi umat manusia berhubungan juga dengan masalah karakter. Jika artikel sebelumnya Florence Littauer membagi karakter seseorang menjadi 4 bagian yaitu Kholeris, Melankolis, Phlegmatis dan Sanguinis, maka di dalam artikel ini Social Style Quadrant juga dibagi menjadi empat. Yang menarik adalah, setelah kita tahu karakter kita, maka kita akan tahu juga kelebihan dan kekurangan kita. Kita juga bisa tahu gaya kita dalam berhubungan dengan orang lain dan gaya kita bekerja.

Jika kita bisa mengetahui gaya bekerja rekan kita maka dengan mudah juga kita tahu kelebihan dan kekurangan rekan kita (umumnya kita kan mudah menilai orang lain tapi susah menilai diri sendiri. betul gak? he.. he.. he..). Jadi, semoga saja makin kecil miss understanding nya......

Buat test nya silahkan download di Personal Color Quiz 1 atau Personal Color Quiz 2 kalau yang pertama lumayan lengkap keterangan englishnya di halaman awal, ukuran filenya juga lebih kecil.

Nah, secara umum karakter dibagi menjadi 4: Dominan/Director (Red), Socialize/Influence (Yellow), Cautious / Thinker (Green), dan Relator / Steadyness (Blue). dari namanya sudah bisa kebaca kan?

nah, dari test nanti bisa diketahui warna seseorang yang terdiri dari dua kombinasi, yaitu warna utama dan warna samping. Dengan 4 karakter dasar tersebut akan menjadi kombinasi 12 karakter (ada penjelasan detailnya di program).
kalau melihat gambar / kuadran, maka ada 4 sisi kecenderungan.

- Sisi atas: kombinasi Dominan - Influence
yang membunyai kombinasi ini cenderung berada dalam fast pace atau bergerak cepat, dan tidak sabar.
- Sisi bawah: Kombinasi cautious - Steadyness
Cenderung bersikap santai (lamban)
- Sisi kiri: kombinasi Dominan - Cautious
Cenderung bersifat task oriented alias berorientasi pada hasil, biasanya workaholic.
- Sisi kanan: Kombinasi Influence - Steadyness
Cenderung berorientasi pada hubungan, mementingkan persahabatan, keluarga, dsb

Kalau menyilang? berarti boleh dikata hampir seimbang jadinya.

Udah ah, yang lain keterangannya ada di program kok, Silahkan saja download dan ikuti testnya. Oh ya kejujuran sangat menentukan hasil.....

4 Tipe Kepribadian Seseorang Versi Florence Littauer: Kholeris, Melankolis, Phlegmatis dan Sanguinis

Mungkin artikel ini sepintas agak tidak nyambung dengan artikel2 yang lain, apalagi dengan tema blog ini. Tapi tidak teman. Artikel ini sangat berkaitan dengan artikel yang lain. Artikel ini berbicara tentang karakter seseorang, dan yang lebih penting adalah kita mengenal diri kita sebelum mengenal orang lain. Jadi tahu kebutuhan serta kelebihan dan kekurangan kita. Berikutnya kita akan lebih mudah mengenal karakter orang lain, sehingga kita bisa memperlakukan orang lain sebagai seorang manusia yang unik. hasilnya? hubungan yang lebih baik dan meningkatnya rasa saling percaya dan tentunya akan mudah melahirkan sinergi. nah, kalau sudah ada sinergi kerja sama akan makin lancar nih......

Dalam buku Personality Plus (Florence Littauer) dipaparkan tentang 4 macam kepribadian; Kholeris, Melankolis, Phlegmatis dan Sanguinis. Biasanya seseorang merupakan gabungan dari beberapa kepribadian, misalnya Melankolis-Kholeris, yang artinya dominan Melankolis dan sedikit Kholeris. Tapi bila kamu hanya mempunyai satu tipe yang dominan misalnya Sanguinis saja, berarti tipemu adalah Sanguinis sejati.

Biasanya seseorang merupakan gabungan dari beberapa kepribadian, misalnya Melankolis-Kholeris, yang artinya dominan Melankolis dan sedikit Kholeris. Tapi bila kamu hanya mempunyai satu tipe yang dominan misalnya Sanguinis saja, berarti tipemu adalah Sanguinis sejati.

Setelah tahu tentang kekuatan dan kelemahan pribadimu, kamu dapat lebih mengembangkan kekuatanmu dan mengurangi kelemahanmu. Ingat tiap pribadi adalah UNIK, Allah selalu punya rencana atas tiap pribadi. Berkembanglah, dan jadilah pribadi yang disukai Allah. Untuk merubah diri kita harus menyerahkan diri kita pada Allah untuk diubahkan menurut rencana-Nya. Mau diajar, rendah hati seperti bejana tanah liat yang dibentuk oleh-Nya.

Kepribadian Sanguinis Populer ( Ekstrovert – Membicara – Optimis )

1. Kekuatan Emosi Sanguinis Populer

Kepribadian yang menarik, suka berbicara, Menghidupkan pesta, Rasa humor yang hebat, Ingatan kuat untuk warna, Secara fisik memukau pendengar, Emosional dan demonstratif, Antusias dan ekspresif, Periang dan penuh semangat, Penuh rasa ingin tahu, Baik di panggung, Lugu dan polos, Hidup di masa sekarang, Mudah diubah, Berhati tulus, Selalu kekanak-kanakan.

2. Sanguinis Populer di Pekerjaan

Sukarelawan untuk tugas, Memikirkan kegiatan baru, Tampak hebat di permukaan, Kreatif dan inovatif, Punya energi dan antusiasme, Mulai dengan cara cemerlang, Mengilhami orang lain untuk ikut, Mempesona orang lain untuk bekerja

3. Sanguinis Populer Sebagai Teman

Mudah berteman, Mencintai orang, Suka dipuji, Tampak menyenangkan, Dicemburui orang lain, Bukan pendendam, Cepat minta maaf, Mencegah saat membosankan, Suka kegiatan spontan.

4. Sanguinis Populer Sebagai Orang Tua

Membuat rumah menyenangkan, Disukai teman anak-anak, Mengubah bencana, menjadi humor, Merupakan pemimpin sirkus

Kepribadian Melankolis Sempurna ( Introvert – Pemikir – Pesimis )

1. Emosi Melankolis Sempurna

Mendalam dan penuh pikiran, Analitis, Serius dan tekun, Cenderung jenius, Berbakat dan kreatif, Artistik atau musical, Filosofis dan puitis, Menghargai keindahan, Perasa terhadap orang lain, Suka berkorban, Penuh kesadaran, Idealis

2. Melankolis Sempurna di Pekerjaan

Berorientasi jadwal, Perfeksionis, standar tinggi, Sadar perincian, Gigih dan cermat, Tertib dan terorganisasi, Teratur dan rapi, Ekonomis, Melihat masalah. Mendapat pemecahan kreatif, Perlu menyelesaikan apa yang dimulai, Suka diagram, grafik, bagan, daftar

3. Melankolis Sempurna Sebagai Teman

Hati-hati dalam berteman, Puas tinggal di latar belakang, Menghindari perhatian, Setia dan berbakti, Mau mendengarkan keluhan, Bisa memecahkan masalah orang lain, Sangat memperhatikan orang lain, Terharu oleh air mata penuh belas kasihan, Mencari teman hidup ideal.

4. Melankolis Sempurna Sebagai Orang Tua

Menetapkan standar tinggi, Ingin segalanya dilakukan dengan benar, Menjaga rumah selalu rapi, Merapikan barang anak-anak, Mengorbankan keinginan sendiri untuk yang lain, Mendorong intelegensi dan bakat.

Kepribadian Koleris Kuat ( Ekstrovert – Pelaku – Optimis )

1. Emosi Koleris Kuat

Berbakat pemimpin, Dinamis dan aktif, Sangat memerlukan perubahan, Harus memperbaiki kesalahan, Berkemauan kuat dan tegas, Tidak emosional bertindak, Tidak mudah patah semangat, Bebas dan mandiri, Memancarkan keyakinan, Bisa menjalankan apa saja.

2. Koleris Kuat di Pekerjaan

Berorientasi target, Melihat seluruh gambaran, Terorganisasi dengan baik, Mencari pemecahan praktis, Bergerak cepat untuk bertindak, Mendelegasikan pekerjaan, Menekankan pada hasil, Membuat target, Merangsang kegiatan, Berkembang karena saingan.

3. Koleris Kuat sebagai teman

Tidak terlalu perlu teman, Mau bekerja untuk kegiatan, Mau memimpin dan mengorganisasi, Biasanya selalu benar, Unggul dalam keadaan darurat.

4. Koleris Kuat sebagai Orang Tua

Memberikan kepemimpinan kuat. Menetapkan tujuan, Memotivasi keluarga untuk kelompok, Tahu jawaban yang benar, Mengorganisasi rumah tangga.

Kepribadian Phlegmatis Damai ( Introvert – Pengamat - Pesimis )

1. Emosi Phlegmatis Damai

Kepribadian rendah hati, Mudah bergaul dan santai, Diam, tenang, dan mampu, Sabar, baik keseimbangannya, Hidup konsisten, Tenang tetapi cerdas, Simpatik dan baik hati

Menyembunyikan emosi, Bahagia menerima kehidupan, Serba guna

2. Phlegmatis Damai di Pekerjaan

Cakap dan mantap, Damai dan mudah sepakat, Punya kemampuan administratif, Menjadi penengah masalah, Menghindari konflik, Baik di bawah tekanan, Menemukan cara yang mudah.

3. Phlegmatis Damai Sebagai Teman

Mudah diajak bergaul, Menyenangkan, Tidak suka menyinggung, Pendengar yang baik

Selera humor yang menggigit, Suka mengawasi orang, Punya banyak teman, Punya belas kasihan dan perhatian

4. Phlegmatis Damai Sebagai Orang Tua

Menjadi orang tua yang baik, Menyediakan watku bagi anak-anak, Tidak tergesa-gesa

Bisa mengambil yang baik dari yang buruk, Tidak mudah marah.
Demikian 4 karakter dasar yang telah ditemukan oleh Hipocrates 400 tahun SM, dengan harapan anda yang telah membaca artikel ini dan memahaminya anda dapat mengetahui karakter anda dan anda dapat mengerti karakter orang-orang terdekat anda (teman, keluarga, pacar, dll) sehingga anda dapat menyesuaikan diri dan anda tahu bagaimana cara menghadapi tipikal dari 4 karakter yang berbeda tersebut dengan cara yang berbeda-beda pula.


Sumber : http://www.mail-archive.com/buni@yahoogroups.com/msg00204.html

Sharing Artikel / Ebook dan Program: Islami, motivasi, dan bisnis --> Gratis Download

Teman-teman,

Saya baru saja menambahkan link di sebelah kanan untuk download beberapa artikel yang layak dibaca di 4shared.com. Saat ini yang ada adalah untuk kategori Artikel dan Program Islami dan Power Point & Audiobook training 7 habits of Highly effective People - Stephen R Covey dalam bahasa Indonesia (audionya tetep bahasa Inggris, karena Covey gak bisa bahasa Indonesia he.. he.. he...).

Mudah-mudahan artikel tersebut bisa bermanfaat.
Rencananya, saya juga akan menambah beberapa artikel yang lain, terutama yang berkaitan dengan Self Improvement (Pengembangan diri) dan juga Bisnis & Business Start Up, baik artikel / ebook Real Estate /property maupun ebook basic bisnis yang lain. Sayang euy kalau artikel disimpan sendiri......
Oh ya, jangan lupa untuk beli buku aslinya juga, jangan cuma cari ebook yang gratisan aja......

Mohon bersabar untuk artikelnya, karena untuk upload jelas butuh waktu, kan kecepatan upload lebih lambat daripada download, belum lagi untuk upload sering error.

Teman-teman juga bisa sharing file yang dipunyai dengan cara sign up di 4shared.com. Ada yang gratisan kok alias free, kalau ada uang lebih silahkan ambil yang premium. Kalau ambil yang free jangan lupa baca perjanjiannya, ada statement account akan hilang jika tidak login dalam waktu 30 hari. Oh ya, bisa juga buat bisnis online alias referal atau affiliate programnya, jadi bisa dapat uang juga. Tapi niatkan saja untuk sharing ilmu.....
Membangun jaringan pertemanan lebih penting dari sekedar mencari uang.

Terima kasih

www.ekorakhmat.co.cc
www.ekorakhmat.co.nr

Hanyalah Segelas Air !


Berapa berat segelas air?





Itulah pertanyaan Stephen R Covey di dalam salah satu seminarnya. Tentunya kita akan menjawab 200 gram ditambah berat gelas….



Jawaban tersebut benar, namun masih kurang tepat. Bahwa beratsegelas air adalah tergantung berapa lama kita memegangnya. Jika kita memegang gelas tersebut sebentar, tentu akan ringan. Coba kita pegang segelas air dalam waktu yang lama. Katakanlah 15 menit saja, makin lama makin berat juga bukan?



Itulah perumpamaan hubungan antara stress (ketegangan) dan masalah / tugas kita sehari-hari. Kita seringkali menganggap masalah kecil tidak berarti sehingga kita mengabaikannya, namun karena lama kita abaikan, maka akhirnya masalah tersebut menjadi beban yang makin berat di kepala kita…..



Efek berikutnya, karena kita sudah tertekan (stress) dengan masalah-masalah kecil, tentunya kita akan kesulitan menyelesaikan masalah-masalah lain yang lebih besar. Dengan kata lain kompetensi yang dimiliki menurun.



Jadi, jangan remehkan masalah-masalah kecil. Segera selesaikan selagi bias. Jangan sampai masalah kecil menjadi besar, dalam pepatah jawa dikatakan “kriwikan dadi grojogan” cucuran air kecil menjadi airterjun.



Stress juga berhubungan dengan urgensi. Suatu hal dianggap sepele jika jeda waktu yangtersedia masih panjang, namun akan menjadi genting jika tenggat wakt yang tersedia sudah terbatas.

Akhirnya.... Teman yang Kucari ketemu Juga

Alhamdulillah….

Setelah sekin lama saya mencari teman karib yang satu ini akhirnya ketemu juga. Tidak tanggung-tanggung, perlu waktu sekitar satu tahun untuk mencarinya. Pada akhirnya bertemu juga lewat 'kabar angin' seorang kawan yang juga dapat dari kawannya. (bingung gak nih?).

Pertemuan itu terjadi di akhir April 2008 ketika saya mengambil cuti ke Jogjakarta.
Sebelumnya, karena saya sangat ingin mengetahui kabarnya, namanya sampai cari di Google, namun tidak ketemu juga. Kalau teman2 saya yang aktif di dunia online sangat mudah saya temukan di internet, baik via google maupun friendster -Mudah-mudahan pembaca tidak merasa aneh dengan ide ini: mencari kawan via google-. Saya tanya beberapa teman satu angkatannya juga tidak tahu.

Sebut saja namanya Abdullah, bukan nama asli. Pada mulanya, dia bukanlah teman akrab saya, namun teman kost teman akrab saya. Waktu dulu kuliah di Jogja, saya mempunyai teman akrab waktu kuliah di Sipil -alhamdulillah sampai sekarang juga sering kontak- dan Abdullah ini adalah teman kost sahabat saya tersebut. Namun karena banyak mindset yang cocok dalam setiap obrolan dan diskusi, jadinya saya malah lebih akrab dengannya. Jika ngobrol bisa sampai malam. Jam 2 -3 pagi baru selesai.

Waktu itu sama-sama ingin improve diri, meningkatkan soft skills. Kebetulan saat itu saya tinggal dengan paman saya yang senang sekali membeli buku motivasi terjemahan, seperti buku-nya Dale Carnegie dengan buku "bagaimana mencari kawan dan mempengaruhi orang lain" dan buku David J Schwartz "Berfikir dan Berjiwa Besar".

Alhamdulillah saat ini dia sudah terbilang sukses. Dia ternyata sudah bermain property cukup lama dengan menjadi developer di Jogja. Hebatnya lagi, dia bermain property dari nol karena basic dia bukanlah orang sipil atau arsitek, melainkan teknik kimia. Dia hanya mengikuti panduan Robert T Kiyoshaki, bahwa salah satu kendaraan untuk menjadi kaya adalah property. Pengetahuan teknis belajar langsung dengan melihat dan mengawasi pembangunan rumah dan dituliskannya secara detail dalam buku hariannya -Suatu nilai positif dari menulis-.

Setelah empat tahun bermain dalam property di Jogja, sekarang kondisinya cukup lumayan. Sudah mempunyai sistem yang bagus dalam pembangunan property, bahkan mulai merambah ke beberapa usaha lain yang berkaitan dengan property. Penghasilannya pun termasuk bagus, apalagi jika dilihat dia membangun usaha dengan modal yang sangat terbatas -hanya 20 juta pinjaman dari kakaknya- dan memulai usaha padahal tidak tahu seluk beluknya sama sekali dan tanpa guru / mentor yang mendampingi. Alhamdulillah dia mau berbagi ilmunyadengan saya dari hasil pelajarannya membangun usahanya selama 4 tahun tersebut

Oh ya, ada hal yang cukup mengejutkan lagi, sahabat saya ini kurang familiar dengan web dan internet. Bahkan untuk membuat email saja minta tolong pada temannya. Tapi jangan salah dengan semangatnya……

Mudah-mudahan kedepannya jauh lebih sukses dengan bantuan web & internet untuk lebih memajukan usaha ini.

Semoga selalu sukses, kawan…..

Note:
1. Terbukti kan? Bisa juga bermain property dengan menjadi property dengan modal terbatas.
2. Inginnya posting artikel ini segera ketika awal mei menunggu foto dari sahabat saya ini. Namun foto belum juga dikirim karena lupa email yang sudah dibuat… He.. He.. He….